Berita

Bisnis

BTN Dukung Pembiayaan Perumahan Ramah Lingkungan

SENIN, 22 MARET 2021 | 21:23 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendukung pembiayaan perumahan ramah lingkungan atau green housing. Salah satunya, dengan mengembangkan hutan kota dalam kompleks perumahan.

Direktur Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan, selain mendukung pembiayaan perumahan, perseroan juga siap membantu para developer yang ingin mengembangkan konsep perumahan ramah lingkungan. Untuk itu, Bank BTN siap menyalurkan bantuan berupa corporate social responsibility (CSR), seperti pada perumahan Buana Cicalengka Raya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat, khususnya untuk fokus terkait bantuan sarana dan prasarana di Perumahan dan mendukung bidang pelestarian alam, Bank BTN memberikan bantuan CSR kepada Perumahan Buana Cicalengka Raya untuk penanaman Hutan Kota," ujar Hirwandi saat peresmian Masjid Kassiti dan Penanaman Hutan Kota di Bandung, Senin (22/3).


Hirwandi mengaku sangat mengapresiasi atas dibangunnya fasilitas Hutan Kota di Perumahan Buana Cicalengka Raya yang akan memberikan kenyamanan bermukim, serta dapat dijadikan sebagai sarana edukatif dan rekreatif bagi masyarakat. Menurutnya, pengembangan perumahan tetap harus menjaga keseimbangan lingkungan.

"Pembangunan Hutan Kota ini dapat merupakan suatu upaya untuk mengembalikan dan meningkatkan efektivitas lahan agar dapat berfungsi dengan baik dan secara optimal. Sebagai pengatur tata air untuk mencegah banjir maupun untuk melindungi lingkungan, yaitu mencegah timbulnya pencemaran," katanya.

Hirwandi menuturkan, perseroan selama ini telah menyarankan kepada para pengembang yang membangun rumah dan mendapatkan kredit dari Bank BTN untuk menerapkan konsep satu rumah satu pohon. Diharapkan dengan konsep tersebut perumahan akan terlihat hijau.

Lebih lanjut Hirwandi mengungkapkan, tahun 2020 merupakan tahun yang cukup sulit bagi kita semua. Bangsa Indonesia mengalami cobaan yang luar biasa akibat Covid19 yang hampir meluluhlantahkan ekonomi secara nasional. Seluruh sektor industri hampir secara umum mengalami kontraksi akibat pandemic tersebut. "Namun di tahun 2021 ini, kita berharap pandemic akan segera dapat diatasi seiring dengan program vaksinasi nasional yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Tahun ini kita harus optimistis bahwa perekenomian dapat segera pulih," jelasnya.

Tahun 2021, lanjut dia, menjadi momentum untuk semua sektor industri bangkit. Bank BTN juga optimistis bisnis perseroan akan tumbuh positif. Pemerintah telah banyak melakukan kebijakan untuk bagaimana ekonomi nasional dapat segera pulih. Seperti misalnya kebijakan terkait dengan stimulus melalui kebijakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dampaknya sudah dirasakan oleh banyak sektor industri dan diharapkan dapat mengalir positif pada penguatan sektor ekonomi secara nasional.  

"Bank BTN bersyukur pada masa pandemi tahun lalu masih mencatatkan kinerja yang positif. Ini adalah karena fokus bisnis perusahaan di bidang pembiayaan perumahan yang masih tetap bertumbuh walaupun di masa pandemi," ujarnya.

Dia mengaku, kinerja positif BTN juga berkat dukungan seluruh stakeholder dan mitra kerja yang sangat loyal kepada Bank BTN, seperti PT Buana Kassiti yang telah menjadi mitra kerja Bank BTN selama ini. Tercatat sekitar 5.400 unit rumah sudah dibangun oleh Buana Kassiti Grup dengan nilai kredit mencapai sekitar Rp660 miliar.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya