Berita

Petani garam/Net

Politik

Pemerintah Akan Impor 3 Juta Ton Garam, PPP: Awasi Kebocoran Garam Industri Masuk Ke Pasar Rumah Tangga

SABTU, 20 MARET 2021 | 10:20 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) Kamis (18/3) Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengimpor 3 juta ton garam.

Salah satu alasannya, adalah produkti garam nasional hanya sekitar 2,1 juta ton. Sedangkan kebutuhan nasional terdiri dari industri manufaktur 3,9 juta ton, pangan 1,3 juta ton dan lainnya 2,4 juta ton.

Merespons hal itu Anggota Komisi IV DPR Fraksi PPP, Ema Umiyyatul Chusnah mengatakan, partainya mendorong penguatan anggaran di KKP, khususnya terkait upaya peningkatan produksi dan kualitas garam.


Kata Ema, kalau Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan nasional maka pemerintah harus memperketat pengawasan distribusi garam industri.

"Pengawasan agar tidak terjadi kebocoran garam industri masuk ke pasar dan menyaingi garam konsumsi rumah tangga," demikian kata Ema kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (20/3).

Ema juga meminta tata niaga yang terkait garam harus direvisi. Dengan cara itu Ema meyakini tidak akan ada pihak yang dirugikan, khususnya petani garam.

"Peningkatan kapasitas SDM dengan mengedukasi petani garam untuk dibina dengan menggunakan teknologi yang modern supaya bisa memproduksi garam yang berkualitas sesuai standart industri," demikian usulan Ema.

Ema juga mengusulkan perlunya ada gerakan sosialisasi secara nasional untuk menumbuhkan kecintaan akan produk dalam negeri.

"Gerakan sosialisasi secara masif cinta garam lokal agar tidak kalah branding dengan garam impor," pungkasnya.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya