Berita

Manajer tim bulutangkis Indonesia, Ricky Soebagdja/Repro

Olahraga

Dikabarkan Satu Pesawat Dengan Tim Indonesia, Pebulutangkis Turki Masih Bermain Di All England

KAMIS, 18 MARET 2021 | 10:45 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Isu penjegalan tim Indonesia mencuat seiring putusan Pemerintah Inggris melalui NHS atau satgas penanganan Covid-19 Inggris yang melarang skuat Indonesia melanjutkan perjuangan mereka di All England 2021.

Tim Indonesia dipaksa mundur dari All England menyusul adanya penumpang yang satu pesawat dengan mereka dari Istanbul ke Birmingham diketahui terpapar Covid-19 pada Sabtu lalu (15/3).

Anehnya, pebulutangkis tunggal putri Turki, Neslihan Yigit, yang diketahui juga berada dalam pesawat yang sama dengan tim Inggris ternyata tak mendapat perlakuan yang sama.


Informasi soal Yigit berada satu pesawat dengan tim Indonesia sudah dipastikan oleh PBSI. Pihak PBSI juga sudah menyampaikan hal tersebut ke panitia All England.

Namun sejauh ini Yigit masih bisa bermain di All England. Yigit yang menaklukkan Marie Batomene di babak pertama masih tercatat di jadwal pertandingan All England.

Dari penelusuran Redaksi, Yigit dijadwalkan bertanding pada hari ini (18/3) melawan pebulutangkis putri Jepang, Akane Yamaguchi, yang merupakan unggulan ketiga dalam turnamen ini.

Keanehan lainnya adalah, tak semua anggota tim Indonesia mendapat email notifikasi dari NHS untuk melakukan isolasi. Dari 24 anggota rombongan, ada 4 orang yang tak mendapat pemberitahuan.

Mereka adalah Mohammad Ahsan, Irwansyah (asisten pelatih), Iwan Hermawan (Kasubid Sport Science), dan Gilang (Masseur). Sementara 20 orang lainnya mendapatkan email pemberitahuan isolasi.

"Dari 24 tim yang berangkat, 20 mendapat email dari pemerintah Inggris untuk isolasi selama 10 hari. Ini sempat dipertanyakan kepada panitia All England, kenapa ada beberapa yang tidak mendapat email," terang manajer tim, Ricky Soebagdja, Kamis (18/3).

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya