Berita

Calon Ketua Umum (Caketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (Hipmi Jaya), Muhamad Alipudin/Net

Nusantara

Maju Caketum, Muhamad Alipudin Akan Buat Hipmi Jaya Naik Kelas

RABU, 17 MARET 2021 | 19:12 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Calon Ketua Umum (Caketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (Hipmi Jaya), Muhamad Alipudin siap menjalankan program unggulan untuk memimpin HIPMI Jaya naik kelas.

"Saya maju untuk memimpin HIPMI Jaya karena panggilan jiwa. Karenanya insyaAllah dengan sepenuhnya mencurahkan tenaga dan pikiran untuk menjalankan semua program unggulan. Dan insyaAllah Hipmi Jaya bisa naik kelas," kata Muhamad Alipudin, Rabu (17/3).

Kesiapan Bang Ape, panggilan akrab Muhamad Alipudin, memimpin Badan Pengurus Daerah Hipmi Jaya ini menyongsong perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Hipmi Jaya yang ke-17 pada 25 Maret 2021, di Jakarta. Musda Hipmi Jaya ini sempat tertunda satu tahun karena adanya pandemi Covid-19.


Caketum nomor urut tiga itu selanjutnya mengatakan keinginan Hipmi Jaya naik kelas karena sebagian besar anggota HIPMI Jaya adalah pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Dan hal itu bisa tercapai dengan membangun kemitraan strategis dengan pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Jaya Sinergi itulah program unggulan kemitraan strategis dengan Pemprov DKI Jakarta," kata Bang Ape.

Selain Jaya Sinergi, Bang Ape memiliki lima program unggulan lainnya, yaitu Jaya Mandiri, Jaya Digitalisasi, Jaya Produktif, Jaya Komunikatif, dan Jaya Setara.

Untuk Jaya Mandiri, Bang Ape menyiapkan dana abdi untuk HIPMI Jaya. Dana abadi ini akan digunakan untuk pembiayaan organisasi dan pembinaan UMKM para anggota HIPMI Jaya.

Bang Ape kemudian mengatakan program unggulan Jaya Digitalisasi adalah upaya untuk mendorong bisnis digital dan pemanfaatan digitalisasi dalam berbisnis. Selama masa pandemi ini, menurutnya, memberikan pengalaman berharga akan pentingnya digitalisasi.

"Kita masih bisa bersilaturahmi di masa pandemi ini walau terbatas mobilitas karena manfaat dari digitalisasi. Dan usaha berbasis digital pun bisa bertahan. Karena itu, Jaya Digitalisasi akan mendorong usaha dan manfaat itu," kata Bang Ape.

Sementara itu, untuk mendorong lahirnya banyak pengusaha muda yang tangguh, Bang Ape menyiapkan program unggulan Jaya Produktif. Jaya Produktif ini dilaksanakan dengan membuat pelatihan dan kaderisasi untuk para anggota HIPMI Jaya.

Selain bersinergi dengan pemerintah, lanjut Bang Ape, melalui program unggulan Jaya Komunikasi, Hipmi Jaya akan aktif dan inisiatif menjalin komunikasi dengan lintas organisasi. Hal ini dilakukan, menurutnya, untuk menjalin kolaborasi dan menghimpun kekuatan bersama demi kemajuan organisasinya masing-masing dan bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Tidak kalah penting, Bang Ape menyoroti peran perempuan. Dia menyiapkan program unggulan Jaya Setara untuk melakukan pemberdayaan kader perempuan dalam rangka bersama-sama membangun organisasi.

"Lebih dari itu, kita bersama-sama kader perempuan untuk membangun bangsa dan negara," kata Bang Ape yang beristrikan seorang tokoh muda perempuan, anggota DPR RI Putih Sari.

Bang Ape dikenal sebagai pengusaha muda inspiratif. Datang dari desa kecil, Desa Pekayon, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, untuk menimba ilmu dan sukses jadi pengusaha di ibukota Jakarta.

Berbisnis sejak mahasiswa, yaitu berdagang produk home industry, dan kini Muhamad Alipudin melalui PT Tembesi Bangun Perkasa yang didirikannya membangun bisnis konstruksi dan properti.

Selain berbisnis, sejak mahasiswa pula Muhamad Alipudin aktif berorganisasi. Dari mulai Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Pertambangan Indonesia, hingga Kongres Mahasiswa.

Sebelum maju untuk memimpin Hipmi Jaya sekarang, dia adalah fungsionaris Badan Pengurus Pusat Hipmi. Dia juga tercatat menjadi pengurus Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Karang Taruna Nasional, dan Gema Mathla'ul Anwar.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya