Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

Kebijakan Sri Mulyani Yang Tidak Pro Rakyat Jadi Beban Tim Ekonomi Jokowi

RABU, 17 MARET 2021 | 11:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ekonomi Indonesia dinilai akan sulit mengalami perbaikan. Sebab, kebijakan yang diambil oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani acapkali justru menyengsarakan rakyat kecil.

Begitu penilaian Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (17/3).

Iwan Sumule mencatat bahwa kebijakan Sri Mulyani bertolak belakang dengan upaya membangkitkan ekonomi kerakyatan. Misalnya saja jorjoran insentif pajak yang diberikan untuk pembelian mobil.


Seharusnya dana besar itu dimanfaatkan untuk mengangkat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini terbukti mengangkat ekonomi riil masyarakat bawah.

 â€œUMKM yang mesti diberikan insentif pajak, bukan mobil mewah. Yang terkait hidup rakyat banyak tambah dibebani, seperti token listrik, dll,” tegasnya.

Gaya Sri Mulyani yang tidak pro rakyat, sambung Iwan Sumule, akan merugikan tim ekonomi Presiden Joko Widodo yang tengah berjuang agar ekonomi rakyat dapat tumbuh.

Tim yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, lanjutnya, sedang berjuang agar Indonesia bisa keluar dari keterpurukan ekonomi.

“Kebijakan-kebijakan yang dilakukan menkeu terbalik SMI yang tidak pro rakyat, mestinya dapat diintervensi. Agar tidak jadi beban tim ekonomi Jokowi,” tegasnya.

“Kebijakan untuk pemulihan ekonomi harus pro rakyat bukan pro oligarki dan pengusaha besar,” demikian Iwan Sumule.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya