Berita

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Belum Ada Sosok Pemersatu Selain Megawati, Regenerasi Di PDIP Bisa Picu Konflik Internal

RABU, 17 MARET 2021 | 10:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

PDI Perjuangan sudah seharusnya mulai melakukan regenerasi kepemimpinan. Lantaran Megawati Soekarnoputri tidak mungkin seumur hidup menjadi ketua umum partai banteng moncong putih.

Namun demikian, ada sisi positif maupun negatif jika PDIP melakukan regenerasi.

Sisi positifnya, menurut pengamat politik Ujang Komarudin, regenerasi PDIP bisa membuat partai tersebut lebih progresif.


“Jika terjadi regenerasi, partai akan lebih progresif. Tak status quo,” ucap Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (17/3).

Akan tetapi, lanjut Ujang, jika terjadi regenerasi, akan rentan terjadi perpecahan di internal partai.

“Minusnya, jika terjadi regenerasi PDIP akan rentan dengan perpecahan di internal. Megawati masih jadi sosok pemersatu, jika kepemimpinan dialihkan ke yang lain, bisa terjadi perpecahan,” katanya.

“Karena di PDIP belum lahir sosok pemersatu yang lain,” demikan Ujang Komarudin.

Regenerasi kepemimpinan PDIP kembali mencuat setelah wartawan senior Kompas Yophiandi Kurniawan menyampaikan perihal tersebut dalam webinar bertajuk “Refleksi Konstruksi Historis PDI Perjuangan : Dari PNI 1927 ke PDI 1973 ke PDI Perjuangan” beberapa waktu lalu.

Menurutnya, regenerasi merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam waktu dekat oleh PDI Perjuangan.

Yophiandi menyampaikan setidaknya ada dua skenario kepemimpinan baru PDI Perjuangan. Pertama melanjutkan trah Megawati, yang kedua menyerahkan bangku pimpinan ke Jokowi dan Budi Gunawan.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polri Usut Potensi Pidana Anjloknya IHSG, Diduga Kuat Akibat Saham Gorengan

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:12

Penyidik Kejagung Sita Dokumen dari Rumah Bekas Menhut Siti Nurbaya

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:07

Suplai MBG, Kopontren Al-Kautsar Patut Dicontoh

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:01

Pengacara Yaqut Sebut Bos Maktour Travel Fuad Hasan Bohong Soal Terima Hadiah Kuota Haji

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:58

Dirut BEI Mundur Hanya Redam Tekanan Jangka Pendek

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:49

Kapolri Pimpin Sertijab Pati dan Kapolda, Cek Siapa Saja?

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:47

SPPG Tak Boleh Asal-asalan Siapkan Menu MBG saat Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:30

Program Mangrove BNI Perkuat Lingkungan dan Ekonomi Pesisir Banyuwangi

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:26

Giliran Mirza Adityaswara Mundur dari OJK, Total 4 Komisioner Pamit Beruntun

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:19

Yaqut Bantah Kasih Jatah Kuota Haji Khusus Maktour Travel

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:10

Selengkapnya