Berita

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi/Net

Politik

Awiek: Proses Islah PPP Sudah Sejak Lama, Selesai Sebelum Pileg

RABU, 17 MARET 2021 | 03:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Proses islah atau penyatuan dualisme di tubuh PPP sudah berlangsung sejak lama dan selesai sebelum Pemilu 2019.

Dualisme PPP terjadi diantara kubu Djan Faridz sebagai ketua umum hasil Muktamar Jakarta dan M Romahurmuziy yang menjadi ketua umum berdasar hasil Muktamar Surabaya serta diakui pemerintah.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menyampaikan proses islah PPP telah berlangsung cukup lama dan selesai saat sejumlah kader dari kubu Djan Farid menyatakan diri untuk bergabung pada kubu Romahurmuziy yang kini dipimpin Suharso Monoarfa.


“Sebelumnya sebenarnya, gerbong dari temen-temen yang berada di Muktamar Jakarta itu sudah bergabung sejak sebelum pileg,” ucap Awiek, sapaan karibnya, dalam acara diskusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan bertemakan "Islah PPP: Konsolidasi Partai Islam", Selasa (16/3).

Awiek menguraikan ketika pileg 2019 silam, banyak dari kubu Djan Farid yang menawarkan diri menjadi bagian dari PPP.

“Misalkan, Bapak Nurhakim yang tercatat sebagai waketum di kubu Pak Djan Farid dan Humphrey Djemat tapi beliau ketika pileg beliau tercatat dari PPP,” katanya.

“Artinya apa? Proses islah itu sudah terjadi sejak lama,” imbuhnya.

Dengan kata lain, kata Sekretaris Fraksi PPP DPR RI ini, rapimnas yang diselenggarakan PPP kemarin menandakan penutup dari konflik panjang dua kubu yang bersebrangan.

“Dan semua menyadari bahwa kalau partai ini diperuncing perbedaan pendapat maka akan menjadi bagian yang kecil-kecil,” katanya.

Menurutnya, pengalaman 2019 itu sudah membuktikan dan menjadi pelajaran bagi PPP.

“Bahwa konflik itu melelahkan menguras tenaga energi dan biaya. Karena terus terang kita terus mencoba membangun kepercayaan publik itulah tidaklah mudah,” ujarnya.

“Bahwa partai ini telah solid meskipun secara formal dengan keluarnya SK Kemkumham PPP hanya satu tapi ibarat kita pake sepatu kalau ada kerikil saja di dalam sepatu itu kan tidak nyaman,” tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya