Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Pemulihan Ekonomi Tidak Akan Berjalan Baik Jika UMKM Tidak Bergerak

RABU, 17 MARET 2021 | 00:28 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemulihan ekonomi yang digaungkan pemerintah, tidak akan berjalan baik jika daya beli masyarakat tidak meningkat dan pengusaha kecil tidak bisa menjalankan usahanya.

Begitu dikatakan begawan ekonomi Rizal Ramli. Kata dia, sebagai akibat keterlambatan pemerintah dalam mengantisipasi dampak pandemi, masyarakat dan pelaku industri saat ini yang menerima akibatnya.

“Sebelum pandemi, ekonomi Indonesia memang sudah merosot dan makin merosot akibat pandemi. Dan, yang paling terdampak tentunya UMKM, yang sudahlah bermodal kecil akhirnya makin tergerus karena daya beli masyarakat yang terus menurun,” kata Rizal, dalam diskusi daring HUT Kedai Pena ke-5 bertema, "Menatap Ekonomi 2021, Mampukah UMKM Bertahan", Selasa (16/3).


Rizal menyebutkan, sebenarnya ada peluang untuk memperbaiki ekonomi saat ini, dengan mengandalkan UMKM.

“Bercermin dari negara yang sudah mulai recovery, yaitu China, Turki dan India, yang kebijakannya itu sangat sederhana. Yaitu, memompa daya beli masyarakat menengah ke bawah dan beri kesempatan pada pengusaha kecil untuk bangkit,” katanya.

Lanjut mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini, dengan memompa daya beli masyarakat dan menciptakan kebijakan yang tepat bagi pengusaha kecil, maka perekonomian Indonesia akan mulai mengalami perbaikan.

“Bantuan tunai diberikan pada masyarakat menengah ke bawah, tentunya dengan basis data yang tepat, agar masyarakat golongan menengah ke bawah yang jumlahnya besar ini dapat membelanjakannya hingga ekonomi bisa hidup dan berkembang,” terangnya.

Jangan terbalik, lanjutnya, masyarakat menengah ke bawah ini makin ditekan dengan kebijakan yang membuat daya beli mereka makin menurun.

“Jangan juga pemerintah berkeras untuk melanjutkan berbagai proyek besar yang memakan banyak biaya. Yang seharusnya biaya tersebut bisa dialihkan untuk membuat pengusaha kecil bisa terus beroperasi dan menimbulkan efek ekonomi,” sambungnya.

Rizal menegaskan, jika pemerintah ingin memulihkan ekonomi, maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan daya beli masyarakat dan membuat pengusaha kecil tetap bergerak.

“Kalau memang pengusaha kecil ini punya utang, lakukan restrukturisasi utang. Sehingga pihak perbankan bisa mendapatkan uang tunai dari pelunasan utang, lalu memutarnya dalam bentuk pembiayaan," tuturnya.

"Sementara, pengusaha kecil bisa keluar dari kredit macet, lalu mengajukan pembiayaan baru. Artinya, ada pergerakan kan di sini,” pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya