Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto/Ist

Politik

Golkar Hanya Butuh Satu Partai Menengah Untuk Mengusung Capres

SELASA, 16 MARET 2021 | 23:08 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Partai Golkar diyakini tak butuh banyak dukungan koalisi dalam memuluskan kader internal maju sebagai capres 2024 mendatang.

Sebab selain sebagai partai politik dengan perolehan kursi terbanyak nomor dua setelah PDIP pada Pemilu 2019, Golkar juga memiliki tokoh tenar seperti Airlangga Hartarto.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan, Golkar cukup meggandeng partai kelas menengah untuk bisa memuluskan Airlangga Hartarto sebagai Capres di 2024.


"Menarik kalau bertemu (berkoalisi) dengan Nasdem, misalnya. Sebab dua partai ini kalau berkoalisi bisa maju kontestasi Pilpres 2024,” urai Qodari, Selasa (16/3).

Berkaca hasil Pemilu 2019, kata Qodari, partai berlambang pohon beringin itu sudah mengantongi 12,31 persen untuk mencapai ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen.

Oleh karenanya, keinginan untuk mencalonkan kader internal seperti Airlangga tak perlu mendapat koalisi banyak parpol.

Di sisi lain, dorongan untuk menjadikan Airlangga sebagai Capres 2024 sejalan dengan aspirasi kader pada Musyawarah Nasional 2019 dan Rapimnas 2021 agar partai berlambang pohon beringin memiliki capres sendiri.

Doli mengatakan, hasil Munas 2019 itu sesuai dengan aspirasi 34 Dewan Pengurus Daerah (DPD), 10 organisasi partai, dan lima Dewan Kehormatan dengan menyuarakan Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto sebagai capres.

Namun demikian, saat ini ia mengamini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut belum muncul dalam berbagai survei lantaran tidak memosisikan diri sebagai bakal Capres 2024.

"Pak Airlangga masih fokus menangani pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” tegas Doli Kurnia.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya