Berita

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari/RMOL

Politik

Qodari: Airlangga Punya Panggung Menarik Untuk Dongkrak Elektabilitas

SELASA, 16 MARET 2021 | 20:55 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sebagai partai dengan perolehan suara besar di Pemilu 2019, Golkar sangat mungkin mengusung kader internal untuk dijagokan di Pilpres 2024 mendatang.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan, Golkar sangat mungkin mengusung Ketua Umum Airlangga Hartarto di 2024.

"Bisa saja Airlangga didorong jadi calon presiden,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari kepada wartawan, Selasa (16/3).


Soal elektabilitas, ia mengamini saat ini Airlangga belum mentereng bila dibandingkan nama-nama lain yang sudah beredar. Namun dengan kesuksesan memimpin Golkar dan posisinya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di pemerintahan Joko Widodo, elektabilitas Airlangga akan terdongkrak.

Terlebih Airlangga juga turut terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19 dengan jabatannya sebagai Ketua Komite Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

“Pada titik itu, Airlangga sudah punya panggung, tinggal beliau mau atau tidak dan perencanaannya bagus atau tidak,” tutupnya.

Belakangan, Airlangga kerap bersafari ke sejumlah ketua umum partai politik. Di awal tahun 2021, Airlangga sempat melakukan pertemuan dengan Ketum Nasdem, Surya Paloh, Ketum PPP, Suharso Mionoarfa, hingga terbaru bersilaturahmi ke kediaman Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Hambalang, Sabtu lalu (13/3).

Dorongan agar Airlangga maju di Pilpres 2024 pun makin menguat di internal partai berlambang pohon beringin ini. Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia sebelumnya menegaskan, partainya akan mencalonkan Airlangga di 2024.

Doli mengatakan, hasil Munas 2019 itu sesuai dengan aspirasi 34 Dewan Pengurus Daerah (DPD), 10 organisasi partai, dan lima Dewan Kehormatan.

“Seluruhnya aspirasi menyuarakan satu nama sebagai capres, yakni Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto,” tutur Doli.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya