Berita

Anggota DPR Fraksi PAN Guspardi Gaus/Net

Politik

PAN Dukung Pelaksanaan Pemilu 2024

SELASA, 16 MARET 2021 | 20:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus menyampaikan bahwa pelaksanaan Pilkada, Pilpres dan Pileg serentak pada tahun 2024 seyogyanya harus tetap dilaksanakan.

Demikian disampaikan Guspardi saat rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi II dengan Mendagri, KPU, Bawaslu dan DKPP membahas pelaksanaan pemilu 2024 di ruang rapat Komisi II pad hari Senin (16/3).

"Terkait gonjang ganjing pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak 2024, itu sudah bisa dipastikan tetap akan  dilaksanankan,” ujar Guspardi.


Menurut ada dua alasan yang merujuk pada pelaksanan Pilkada dan Pilpres dilakukan secara serentak.

Alasan pertama, Komisi II DPR RI telah menyatakan tidak melanjutkan pembahasan Revisi UU Pemilu.

Kedua adalah bahwa komisi II telah menyampaikanya kepada Baleg dan direspon oleh Baleg dengan menarik dan telah mengeluarkan Revisi UU Pemilu dari Prolegnas.

“Artinya kita tidak perlu lagi ragu terhadap pelaksanaan pemilu dan pilkada serentak di 2024 mendatang,” imbuhnya.

Legislator dari Sumatera Barat itu mengingatkan, KPU harus segera menyusun agenda tentang tahapan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.

“Mempersiapkan skenario Pilkada Serentak 2024 agar dapat terlaksana pada bulan November 2024, sesuai apa yang telah diamanatkan dalam UU 10/2016,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk mekanisme terkait usulan KPU mengenai pelaksanaan pemilu serentak (Pilpres dan Pileg) dapat dimajukan menjadi bulan Februari atau Maret 2024.

Namun lazimnya, kata Guspardi, dilakukan bulan April dan usulan tersebut tentu sah-sah saja karena itu baru merupakan sebuah usul dan belum final.

“Nantinya Komisi II bersama pemerintah membahasnya untuk mencari kesepahaman dan kesepakatan mengenai waktu yang tepat terhadap pelaksanaan pemilu serentak 2024 ini,” katanya.

“Untuk itu, saya meminta KPU dan Bawaslu agar melakukan lagi berbagai simulasi dan mencari alternatif guna mendapatkan waktu terbaik terhadap pelaksanaan pemilu serentak (Pilpres dan Pileg) 2024, untuk selanjutnya di usulkan kepada komisi II,” imbuhnya.

Legislator dari Fraksi PAN ini menambahkan, yang telah dilakukan KPU saat mengusulkan Pilkada serentak 2020 sebagaimana diatur Undang-undang waktunya adalah 23 September 2020 dan di geser waktunya menjadi tanggal 9 Desember 2020.

Setelah komisi II dan Pemerintah menyetujui, kemudian pemerintah menenerbitkan Perpu sebagai payung hukumnya, pungkas Anggota Baleg DPR RI tersebut

Sementara itu, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini KPU juga menyampaikan usulan anggaran terkait pelaksanaan Pemilu (Pilpres dan Pileg) 2024 sebesar Rp 86,2 triliun secara multiyears.

Dan usulan anggaran sebesar Rp 26,2 triliun untuk prosesi Pilkada serentak di 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi pada tahun 2024.

Dilain pihak, Bawaslu jua mengusulkan anggaran penyelenggaraan Pemilu 2024.

Beberapa usulan itu terdiri dari anggaran Bawaslu  Pusat, Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan, Kelurahan/Desa, Luar Negeri, dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS). Total anggarannya lebih dari Rp 14,7 triliun untuk 2022 sampai 2024.

Anggaran ini hanya untuk penyelenggaraan Pemilu (pileg dan pilpres). Sedangkan untuk penyelenggaraan pilkada serentak yang  direncanakan pada  Nopember 2024 belum diajukan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya