Berita

Aktivis Petisi ’28 Haris Rusly Moti/Net

Politik

Haris Rusly Moti: Giliran Anak Mau Jadi Walikota Pilkada 2020 Dipaksakan, Tapi Demi Hasrat Berkuasa Pilkada 2022 Ditunda

SELASA, 16 MARET 2021 | 07:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Langkah pemerintah untuk tidak mengubah UU 10/2016 tentang Pilkada masih menyisakan pertanyaan mendalam. Pasalnya, dengan tidak adanya revisi, maka pilkada akan digelar serentak bersamaan dengan pemilihan presiden dan legislatif.

Artinya, kondisi ini tentu tidak bercermin dari gelaran tahun 2019 yang memakan banyak korban dari petugas pemilu di lapangan. Padahal kala itu hanya pilpres dan pileg yang digabung.

Aktivis Petisi ’28 Haris Rusly Moti heran dengan sikap pemerintah yang keukeuh menolak revisi UU Pilkada. Sikap ini, katanya, berbanding terbalik dengan di tahun 2020 lalu yang memaksakan pilkada serentak tetap digelar padahal pandemi sedang tinggi.


Dia pun menduga, pemaksaan Pilkada 2020 lalu karena ada motif pribadi dalam pilkada

“Sobat, giliran anak dan mantu jadi walikota, pilkada serentak dipaksakan dilaksanakan 2020, walaupun memicu kluster baru Covid. Ketika Covid mulai redup, tapi demi hasrat berkuasa, Pilkada serentak 2022 ditunda 2024,” duganya sembari menyindir kepada redaksi, Selasa (16/3).

Haris Rusly Moti mengaku sulit membayangkan kondisi yang terjadi di 2024 mendatang. Pasalnya akan ada ratusan kepala daerah yang sebatas pelaksana tugas. Bahkan 6 provinsi terbesar di Indonesia dipimpin pelaksana tugas yang pemilihannya sesuai keinginan pemerintah.

“Bayangkan 270 kepala daerah termasuk DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Jatim dan Bali di-Plt-kan dikantongi Pak Lurah. Norak Abis!’ tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya