Berita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin/Net

Politik

Ada Kasus Pembekuan Aliran Darah, Kemenkes RI Tunda Distribusi Vaksin AstraZeneca

SELASA, 16 MARET 2021 | 05:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan vaksin AstraZeneca bakal ditunda pendistribusiannya akibat kasus pembekuan darah pada pasien setelah divaksin AstraZeneca di Eropa.

Menkes Budi mengatakan penundaan ini disebabkan masih dilakukannya penelitian oleh WHO terkait vaksin asal Inggris tersebut.

“Untuk konservativismenya BPOM menunda dulu implementasi AstraZeneca sambil menunggi konfirmasi dari WHO. Mudah-mudahan dalam waktu singkat dapat keluar,” ucap Budi saat rapat kerja bersama dengan Komisi IX DPR RI, Senin (15/3).


Dia mengatakan vaksin AstraZeneca yang dipesan Indonesia jutaan dosis itu akan kadaluarsa pada bulan Mei mendatang. Namun, hingga saat ini belum bisa diedarkan lantaran masih menunggu penelitian dari WHO.

“Karena memang betul yang AstraZenca ini ada expired period di akhir Mei,” imbuhnya.

Budi mengatakan vaksin AstraZeneca ini sempat dikeluarkan oleh beberapa negara di Eropa kemudian para peneliti mengamati adanya gangguan di darah dan lalu memghentikan peredaran vaksin tersebut.

“Sampai sekarang berita yang kami terima dari WHO mereka masih meneliti. Kita juga menerima dari MHRA, itu BPOMnya UK, dan EMA itu BPOMnya Eropa, mereka sampai sekarang belum mengkonfirmasi apakah ini ada korelasinya karena vaksin atau tidak,” katanya.

Dia menambahkan bahwa kejadian yang ada di BPOM London mengenai penghentian darah usai divaksin AstraZeneca diklaim bukan karena vaksin tersebut.

“Berita yang saya dapat BPOMnya London bilang kejadian itu bukan karena vaksin, tapi memang karena yang bersangkutan mengalami kejadian itu sendiri di luar masalah vaksinasi,” katanya menutup.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya