Berita

Plt Ketua KPU, Ilham Saputra/Net

Politik

Anggaran Pemilu Dan Pilkada Serentak 2024 Diusulkan Hingga Rp 112 Triliun, KPU Minta Sumbernya Dari APBN

SENIN, 15 MARET 2021 | 21:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pelaksanaan pemilu nasional dan pilkada serentak tahun 2024 memerlukan anggaran yang cukup besar, yakni mencapai Rp 112 triliun.

Jumlah tersebut disampaikan Plt Ketua KPU, Ilham Saputra, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR, Mendagri Tito Karnavian dan Bawaslu, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/3).

Ilham menjabarkan, besaran anggaran untuk pelaksanaan pemilu nasional, yakni pilpres dan pileg, lebih besar dari anggaran pilkada serentak di 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi.


"Usulan KPU untuk pemilu 2024 totalnya ada Rp 86 triliun," ujar Ilham.

Jumlah yang diperlukan itu, menurut Ilham, harus dilihat secara rinci. Di mana ada alokasi anggaran tambahan dari pagu KPU yang diterima tahun 2021 sebesar Rp 8,4 triliun, tahun 2022 sebesar Rp 13.2 triliun, tahun 2023 sebesar Rp 24,9 triliun dan tahun 2024 Rp 36,5 triliun.

"Terakhir (pagu) tahun 2025 Rp 3 triliun. Jadi totalnya Rp 86 triliun," sambungnya.

Sementara itu, untuk anggaran untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 besarannya tidak lebih dari Rp 30 triliun, yang diharapkan sumbernya berasal dari APBN dan bukan dari APBD.

"Perkiraan kebutuhan anggaran pemilihan serentak tahun 2024, jika kita mengacu ke UU Pilkada, unsur anggaran untuk provinsi dan kabupaten/kota berjumlah Rp 26,2 triliun, sumber APBD tahun 2023 dan 2024," tutur Ilham.

"Tapi kemarin kami sudah melakukan evaluasi anggaran. Jadi ada keinginan dari semua KPU provinsi maupun kabupaten/kota agar anggaran pemilihan tidak lagi bersumber dari APBD, tapi juga bersumber dari APBN" katanya.

Lebih lanjut, Ilham menjelaskan alasan KPU menginginkan anggaran pemilihan tahun 2024 nanti bersumber dari APBN. Di mana yang pertama adalah karena pengalaman 2020.

"Tidak adanya keserentakan persetujuan dan pencairan NPHD. Pengalaman 2020, di pemda tenggat waktunya Oktober, ternyata ada beberapa daerah yang Desember belum cair," bebernya.

Kemudian alasan kedua yang disampaikan Ilham yakni terkait dengan kebutuhan uang dalam setiap penyelenggaraan pemilihan dan kebutuhan di daerah berbeda-beda.

"Tidak adanya kesamaan anggaran antar daerah, tahapan pemilu 2024 akan dilaksanakan di tengah tahapan pemilu (pilkada) 2024, sehingga faktor keserentakan dan kesamaan besaran anggaran pemilihan di setiap daerah menjadi semakin penting dan mendesak," ucap Ilham.

"Karena itu kami mohon dukungan Komisi II DPR dan pemerintah terkait dengan anggaran pemilu 2024, sehingga bisa jadi dasar kami untuk menyiapkan tahapan pemilu dan pemilihan 2024," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya