Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Temukan Tingkat Fungisida Berlebih, Jepang Musnahkan 750 Kotak Pisang Asal Taiwan

SABTU, 13 MARET 2021 | 16:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jepang memerintahkan pemusnahan 750 kotak pisang asal Taiwan karena ditemukan tingkat fungisida yang berlebihan. Hal itu terjadi di tengah upaya Taiwan menintensifkan ekspor nanasnya ke negara tersebut menyusul larangan oleh China.

Namun demikian, Dewan Pertanian dan Badan Pangan (AFA) Taiwan mengatakan kasus tersebut sebagai insiden terpisah yang tidak mungkin mempengaruhi ekspor buah secara keseluruhan ke Jepang, lapor CNA, seperti dikutip dari Taiwan News, Sabtu (13/3).

Sebuah perusahaan Jepang bernama Wismettac Foods, Inc. mengumumkan pada 10 Maret lalu, bahwa mereka menarik kembali pisang Taiwan karena adanya 0,12 bagian per juta fungisida Pyraclostrobin, atau enam kali tingkat maksimum yang diizinkan, menurut laporan oleh Apple Daily Taiwan.


AFA mengatakan penemuan fungisida jenis itu sangat langka. Wismettac telah memberi tahu konsumen untuk mengembalikan pisang Taiwan yang dibeli antara 1 Maret dan 3 Maret.

“Jepang tidak mengirim buah itu kembali ke Taiwan tetapi menghancurkannya secara lokal,” menurut AFA.

Larangan impor tiba-tiba China atas nanas Taiwan awal Maret lalu telah memicu kampanye internasional untuk membeli lebih banyak nanas. Sejak itu, terjadi peningkatan yang signifikan atasv ekspor nanas ke Jepang dan Australia.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya