Berita

Mantan Sekretaris Kabinet Dipo Alam menyalami Moeldoko saat dilantik sebagai Panglima TNI/Net

Politik

Eks Seskab Dipo Alam: Saya Pandang Mata Moeldoko Berharap Adab TNI Dihormati, Tapi Kini Pupus

JUMAT, 12 MARET 2021 | 03:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Manuver Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko yang terlibat dalam upaya pengambilalihan Demokrat tak mencerminkan adab seorang mantan Panglima TNI.

Dikatakan mantan Sekretaris Kabinet Dipo Alam era Presiden SBY, karier militer Moeldoko tak bisa dilepaskan dari peran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala masih menjabat sebagai Presiden Keenam RI.

Kala itu, SBY-lah yang melantik Moeldoko sebagai Panglima TNI. Saat dimandatkan sebagai orang nomor satu di TNI, ada harapan besar yang ditujukan kepada Moeldoko.


"Ketika dilantik oleh Presiden SBY di Istana, saya selamati Panglima TNI Moeldoko, sambil pandang matanya: berharap adab kekeluargaan TNI dijaga dalam kepatutan, kekompakan, kesatuan dan kehormatan pada seniornya," kata Dipo Alam dikutip dari akun Twitternya, Kamis (11/3).

Namun, harapan besar tersebut sekana luntur hanya sekejap akibat manuver Moeldoko di 'KLB' Deli Serdang yang membuatnya dipilih sebagai Ketum Demokrat, mengangkangi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketum Demokrat yang sah.

"(harapan tersebut) Kini pupus, tergoda oleh kekuasaan?" tandas Dipo Alam.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya