Berita

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi/Net

Politik

Burhanuddin Muhtadi: Konflik Demokrat Kombinasi Masalah Masa Lalu, Kini, Dan Masa Depan

KAMIS, 11 MARET 2021 | 03:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Konflik di Partai Demokrat yang kini dihadapkan dengan klaim kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang dengan menunjuk Moeldoko sebagai ketua umum disinyalir sebagai akumulasi persoalan sejak lama.

"Ada persoalan kombinasi masa lalu, kini, dan masa depan," kata pengamat politik Burhanuddin Muhtadi dalam acara Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (10/3).

Ia memaparkan, persoalan masa lalu Demokrat berkaitan dengan adanya faksionalisasi kader pasca KLB Surabaya tahun 2015 silam yang menetapkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta belum selesainya persoalan kongres Bandung antara kubu Marzuki Alie dan Anas Urbaningrum.


Gaduh Demokrat juga terjadi imbas persoalan yang terjadi saat ini. Menurut Burhanuddin, saat ini ada kekecewaan kader terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyon (AHY). Namun kekecewaan tersebut tidak diakomodasi.

"Kalau proses ini berlangsung secara baik (kekecewaan kader difasilitasi), tentu Mahkamah Partai akan bekerja, tapi kan ini tidak bekerja sama sekali," tegasnya.

Yang tak kalah penting adalah persoalan Demokrat di masa mendatang. Burhanuddin mengatakan, hal tersebut terkait prospek kekuatan Demokrat di 2024 apakah akan kompetitif atau tidak.

"Tetapi ketika persoalan ini dibawa ke KLB Deli Serdang dan dijadikan dasar penunjukan Moeldoko sebagai ketum, itu tidak nyambung. Harusnya kalau demikian kenapa bukan Pak Marzuki Alie (ditunjuk sebagai Ketum Demokrat)? Bukan Moeldoko (pihak eksternal partai)," tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya