Berita

Amiril Mukminin/RMOL

Hukum

Jaksa Tampilkan Bukti Percakapan Di Sidang Penyuap Edhy Prabowo, Ada Intervensi Sosok AN

RABU, 10 MARET 2021 | 20:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bukti percakapan adanya sosok berinisial AN yang memberikan intervensi terkait ekspor benih bening lobster (BBL).

Bukti percakapan itu ditampilkan Jaksa di persidangan lanjutan terdakwa Suharjito selaku pemilik PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu petang (10/3).

Percakapan itu antara Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi (Sespri) Edhy Prabowo saat menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Dalam persidangan ini, Amiril menjadi saksi meskipun dirinya juga sebagai tersangka dalam perkara ini.

Jaksa menampilkan bukti tangkapan layar percakapan antara Amiril dengan seseorang yang tertulis bernama Andreau Misanta Pribadi yang merupakan stafsus Edhy.

Akan tetapi, Jaksa menyebut bahwa percakapan itu antara Amiril dengan Safri yang juga merupakan anak buah Edhy.

Berikut percakapan yang dimaksud:

A: Bro

Amiril: Abangq ijin, td aq dah lapor bokap, untuk BC ke ACK akan keluarkan SP3K, dgn intrvnsi pak A.n

Amiril: (kirim stiker)

Amiril: Bokap ok

A: Iya Bro

A: Kemarin memang gitu arahan yang gue sampaikan ke pak AN

A: Arahan bokap

Amiril: Segra keluarkan bg Sp3k nya kata bokap

Amiril: (kirim stiker)

A: Ok Siap Bro

A: Laksanakan

Amiril: (kirim stiker)


Dalam percakapan ini, Jaksa pun mendalami terkait sosok "Bokap" yang dimaksud oleh Amiril.

"Bokap itu siapa ya Pak," jawab Amiril saat ditanya oleh Jaksa.

Jaksa pun heran karena Amiril tidak bisa menjelaskan percakapannya sendiri.

Hakim Ketua pun juga turut meminta agar Amiril untuk menjelaskan sosok "Bokap" yang dimaksud dalam percakapan WhatsApp itu.

"Saksi dijawab saja, bokap itu kan ayah kandung atau ayah calon mertua, ini apa maksudnya, kan kau yang bilang itu kan? Bokap itu siapa?" tanya Hakim Ketua kepada Amiril.

Amiril pun mengaku bahwa "bokap" yang dimaksud adalah "Bapak" yang merupakan Edhy Prabowo. "Bapak" tersebut merupakan panggilan Amiril kepada Edhy.

"Terus AN itu siapa, wah intervensi, AN itu siapa? Siapa itu AN saksi? Wah lupa ingatan ini?" tanya Hakim Ketua kepada Amiril.

Amiril pun masih belum menjawab pertanyaan Hakim Ketua. Ia pun malah bertanya balik terkait percakapannya yang dimaksud dengan siapa.

"Pak izin, ini percakapan saya dengan bang Andreau ya Pak?" tanya Amiril kepada Jaksa.

Jaksa selanjutnya menyebut bahwa bukti percakapan yang ditampilkan merupakan percakapan dengan Safri.

"AN itu siapa? Nanti di penyidik ditanya lagi anda, pengembangan dari persidangan. AN itu siapa?" kata Hakim Ketua menegaskan.

"Apa adanya aja, biar tidur mu nyenyak nanti. Daripada tidurnya gak nyenyak itu. Siapa itu AN?" sambung Hakim Ketua.

Amiril pun menjawab dengan ragu-ragu dan mengatakan bahwa AN adalah Andreau.

Hakim Ketua tidak menerima jawaban Amiril karena dengan ragu-ragu.

"Kok kayanya?" kata Hakim Ketua.

Namun demikian, lagi-lagi Amiril tidak mengungkapkan siapa sosok AN tersebut.

Selanjutnya, Hakim Ketua menguji pengetahuan Amiril soal SP3K.

"Surat perintah... Jadi surat pemberhentian penindakan... Surat perintah pemberhentian penindakan Pak," kata Amiril dengan menjawab secara ragu-ragu.

Kemudian, Jaksa bertanya soal inisial BC. Amiril menyebut bahwa BC adalah Bea Cukai. Dan ACK adalah PT Aero Citra Kargo (ACK).

"Menarik itu ditingkat penyidikan nanti itu didalami," kata Hakim Ketua.

Amiril kemudian menjelaskan bahwa percakapan itu terjadi ketika adanya permasalahan di Bea Cukai.

"Itu seingat saya terkait adanya info ACK gak dapat izin kayanya," kata Amiril.

"Jangan kayanya, itu ada fakta bahwa ada yang mati BBL, terus Direktur Perikanan tangkap ditelfon sama Pak Menteri. Agar cepat diberangkatkan, daripada nanti kita yang disalahkan, kan begitu. Ini fakta, apa adanya aja!" jelas Hakim Ketua.

"Iya Yang Mulia," pungkas Amiril.

Populer

Pendapatan Telkom Rp9 T dari "Telepon Tidur" Patut Dicurigai

Rabu, 24 April 2024 | 02:12

Polemik Jam Buka Toko Kelontong Madura di Bali

Sabtu, 27 April 2024 | 17:17

Pj Gubernur Ingin Sumedang Kembali jadi Paradijs van Java

Selasa, 23 April 2024 | 12:42

Bey Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Haji Jawa Barat

Rabu, 01 Mei 2024 | 08:43

Jurus Anies dan Prabowo Mengunci Kelicikan Jokowi

Rabu, 24 April 2024 | 19:46

Tim Hukum PDIP Minta Penetapan Prabowo-Gibran Ditunda

Selasa, 23 April 2024 | 19:52

Pj Gubernur Jabar Minta Pemkab Garut Perbaiki Rumah Rusak Terdampak Gempa

Senin, 29 April 2024 | 01:56

UPDATE

Pengukuhan Petugas Haji

Sabtu, 04 Mei 2024 | 04:04

Chili Siap Jadi Mitra Ekonomi Strategis Indonesia di Amerika Selatan

Sabtu, 04 Mei 2024 | 04:02

Basri Baco: Sekolah Gratis Bisa Jadi Kado Indah Heru Budi

Sabtu, 04 Mei 2024 | 03:42

Pemprov DKI Tak Ingin Polusi Udara Buruk 2023 Terulang

Sabtu, 04 Mei 2024 | 03:24

Catat, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan 9-10 Mei

Sabtu, 04 Mei 2024 | 03:22

BMKG Prediksi Juni Puncak Musim Kemarau di Jakarta

Sabtu, 04 Mei 2024 | 02:27

Patuhi Telegram Kabareskrim, Rio Reifan Tak akan Direhabilitasi

Sabtu, 04 Mei 2024 | 02:05

Airlangga dan Menteri Ekonomi Jepang Sepakat Jalankan 3 Proyek Prioritas Transisi Energi

Sabtu, 04 Mei 2024 | 02:00

Zaki Tolak Bocorkan soal Koalisi Pilkada Jakarta

Sabtu, 04 Mei 2024 | 01:35

Bertemu Wakil PM Belanda, Airlangga Bicara soal Kerja Sama Giant Sea Wall

Sabtu, 04 Mei 2024 | 01:22

Selengkapnya