Berita

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto. (Foto: Istimewa)

Nusantara

PAM Jaya Didorong Turun Tangan Penuhi Air Bersih Korban Banjir Sumatera

MINGGU, 14 DESEMBER 2025 | 07:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

PAM Jaya didorong turun tangan membantu korban banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto menegaskan, kebutuhan dasar seperti pasokan air bersih harus segera dipenuhi untuk mendukung pemulihan para penyintas.

Wahyu menjelaskan, sebagai BUMD yang bergerak di sektor air, PAM Jaya memiliki kapasitas teknis untuk memberikan dukungan nyata dalam penanganan bencana.


“Saya mendorong PAM Jaya membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak banjir di Sumatera,” ujarnya lewat keterangan resminya dikutip Minggu, 14 Desember 2025.

Menurutnya, krisis air bersih hampir selalu menjadi persoalan utama pascabencana. Infrastruktur penyediaan air kerap rusak, sementara banyak sumber air tercemar. Sebab itu, ia meminta PAM Jaya mengerahkan aset dan teknologi yang dimiliki.

“PAM Jaya bisa menerjunkan water treatment mobile atau water purifier untuk membantu korban. Alat-alat ini penting agar masyarakat mendapat akses air bersih yang layak konsumsi dan aman untuk kebutuhan sanitasi,” jelasnya.

Wahyu menilai, pengiriman unit pengolahan air bergerak menjadi solusi cepat dan efektif karena mampu memproduksi air bersih langsung di lokasi bencana maupun titik pengungsian. Cara ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang kehilangan akses air bersih.

Ia menambahkan, keterlibatan PAM Jaya juga menunjukkan solidaritas dan peran aktif DKI Jakarta dalam penanganan bencana nasional.

“Terlebih, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menyampaikan komitmen Pemprov DKI untuk membantu dan mengirimkan bantuan bagi para korban,” tuturnya.

Di sisi lain, Wahyu mengingatkan bahwa setiap bantuan dari Pemprov DKI perlu dikoordinasikan dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat, baik untuk fase tanggap darurat maupun masa rehabilitasi dan rekonstruksi.

Menurutnya, fasilitas pengolahan air bersih merupakan kebutuhan krusial, namun proses perbantuan dan pengirimannya harus sejalan dengan koordinasi BNPB yang sudah mengatur sinergi antarinstansi pusat dan daerah.

“Mengingat luasnya daerah terdampak, semua bantuan harus dipetakan dan dikoordinasikan agar efektivitasnya merata dan menjangkau seluruh wilayah yang terkena,” tandasnya.


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Kejagung Sita Dokumen hingga BBE Usai Geledah Kantor Ombudsman

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:06

Menkop Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:04

PB PMII Tolak Pelantikan DPD KNPI Sulawesi Selatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:54

Rupiah Melemah ke Rp17 Ribu, Pemerintah Minta Publik Tak Khawatir

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:44

Dua Mantan Ketua MK Diundang DPR Bahas Isu Revisi UU Pemilu

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:39

Sahroni Dukung Pesan Prabowo agar Rakyat Tidak Kaget

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:32

Japto Soerjosoemarno Tuding Wartawan Tukang Goreng Berita

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:17

Sahroni Auto Debet Gaji ke Kitabisa hingga Akhir Masa Jabatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:11

Retreat Kepala Daerah Dipertanyakan Usai Maraknya OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:09

Arogansi Trump Ancam Tatanan Dunia yang Adil

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01

Selengkapnya