Berita

Salah satu cuplikan video penolakan DPC Demokrat atas hasil KLB Sibolangit/Repro

Nusantara

Pengurus Demokrat Se Jakarta Tolak Hasil KLB Sibolangit

SABTU, 06 MARET 2021 | 18:17 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Suara penolakan dari struktural Partai Demokrat terhadap hasil kongres luar biasa (KLB) terus muncul.

Selain DPC se Sumatera Utara, Enam DPC Partai Demokrat se-DKI Jakarta mengambil sikap tegas menolak penyelenggaraan KLB di Sibolangit yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum.

Keenam pengurus DPC kompak mendukung Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY hasil Kongres V periode 2020-2025.


"Saya menolak keras dengan adanya KLB yang diselenggarakan oleh petinggi Demokrat sebelumya. Salam. Setia, Demokrat," kata Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Barat Wita Susilowaty melalui video pendek, seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta, Sabtu (6/3).

Melalui video yang sama, Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Utara Faisal menegaskan, pihaknya akan tetap loyal dan setia dan mendukung AHY.

"Tidak ada tempat untuk pengkhianat di Partai Demokrat," kata Faisal.

Hal senada diungkapkan Ketua DPC Partai Demokrat Kepulauan Seribu Neneng Hasanah.

"Demokrat Kepulauan Seribu mendukung AHY jadi ketua umum dan menolak KLB Demokrat," kata Neneng.

Dukungan terhadap AHY juga disuarakan Sekretaris DPC Partai Demokrat Jakarta Timur Rachmat Ariyanto, Plt DPC Partai Demokrat Jakarta Pusat Desie Christhyana dan Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Selatan Zainah Al Hadad.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya