Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP, Darmadi Durianto menerima kunjungan pelaku usaha Warteg dan UMKM/Ist

Politik

Terima Audiensi Pengusaha Warteg, Komisi VI FPDIP Minta Satpol PP Lebih Ramah

JUMAT, 05 MARET 2021 | 23:33 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sejumlah pelaku usaha yang tergabung dalam Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) melakukan audiensi dengan Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP di ruang fraksi PDIP, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/3).

Dalam kunjungannya, mereka mengeluhkan terkait perlakuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang kerap merugikan.

"Saya dapat banyak aduan dan laporan dari berbagai pelaku usaha kecil menengah yang mengeluhkan sikap arogansi Satpol PP di sejumlah wilayah yang ada kegiatan usaha warteg dan UMKM lainnya selama ini," kata anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto saat menerima perwakilan Kowantara.


Menurutnya, iklim usaha kalangan menengah ke bawah saat ini sedang tidak baik. Dengan adanya perlakuan tidak adil dari pihak berwenang, maka hal itu akan menghambat roda perekonomian.

"Oleh karena itu, kami ingatkan agar Satpol PP di sejumlah Pemda yang mana di wilayahnya ada kegiatan usaha warteg dan UMKM agar tidak arogan terhadap mereka," jelas politisi PDIP ini.

Kepada pemerintah daerah, ia justru berharap bisa memberikan bekal dan pemahaman kepada satuan kerjanya seperti Satpol PP untuk lebih menghargai rakyat yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Mereka harusnya lebih fleksibel dan ramah terhadap para pelaku UMKM. Jangan lagi ada cara-cara kolonial yang dipertontonkan kepada rakyat jelata. Rakyat tidak butuh itu, rakyat butuh teladan dan perlindungan dari para pemimpinnya," tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Kowantara, Mukroni berharap Satpol PP dan aparat terkait bisa bersikap lebih fleksibel kepada merema. Sebab perlakuan sewenang-wenang justru akan memengaruhi keberlangsungan UMKM dan pelaku warteg.

"Bayangkan dari 50 ribu anggota kami, 20 persennya sudah bangkrut. Kalau ditambah perlakuan Satpol PP seperti itu, bukan tidak mungkin ancaman kebangkrutan di tahun 2021 ini akan terus bertambah," demikian Mukroni.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya