Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat jumpa pers/RMOL

Politik

Orang Tanpa KTA Diangkat Jadi Ketum, AHY Merasa Prinsip Demokrat Dilecehkan

JUMAT, 05 MARET 2021 | 18:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

RMOL. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono merasa partainya telah dilecehkan dengan adanya Kongres Luas Biasa (KLB) secara ilegal mengatasnamakan Partai Demokrat yang  digelar di Hotel The Hill Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3).

Pasalnya, KLB ilegal itu telah mengangkat orang yang berada di partai lain dan tidak pernah berstatus sebagai kader atau anggota Demokrat, menjadi ketua umum.

“Jelas-jelas tidak punya KTA, tapi langsung diakui menjadi anggota bahkan kemudian bisa mencalonkan diri atau diminta menjadi ketua umum. Tentu ini melecehkan administrasi, aturan dan segala prinsip yang diyakini dan digunakan oleh Partai Demokrat selama ini," kata AHY dalam jumpa pers bertajuk Rapatkan Barisan: Selamatkan Demokrat, Selamatkan Demokrasi di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat (5/3).


Bagi AHY, KLB ilegal di Deliserdang digelas sebatas memenuhi hasrat pribadi. Bahkan dia sempat menyebut KLB yang menunjuk Moeldoko sebagai ketua umum Demokrat itu sebagai sebuah dagelan/

"Demi ambisi pribadi, demi kepuasan politik semata, demi agenda yang kita tidak tahu sampai sejauh mana itu dia akan lakukan," tegasnya.

AHY dalam jumpa pers ini juga menyebut bahwa KLB yang digelar di Deliserdang ilegal karena tidak memenuhi syarat KLB yang termaktub dalam AD/ART partai.

“Jelas tidak sah. Ada yang bilang bodong, abal-abal. Yang jelas ilegal,” tegas AHY.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya