Berita

Presiden RI Joko Widodo saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3)/Ist

Politik

Buka Rakernas Kemendag, Presiden Yakin Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Tahun 2021 Bisa Tercapai

KAMIS, 04 MARET 2021 | 12:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk menangani dampak dari pandemi Covid-19 baik di sektor kesehatan maupun sektor ekonomi.

Terkait hal itu, Presiden RI Joko Widodo meminta agar kebijakan yang diambil pada sektor perdagangan memberikan dampak signifikan terhadap pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Saya minta agar kebijakan perdagangan memberikan kontribusi besar terhadap agenda strategis pemulihan perekonomian nasional kita. Kita semua harus bekerja keras untuk mempercepat pemulihan perekonomian nasional kita," ujar Kepala Negara saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3).


Presiden Jokowi meminta adanya kebijakan yang mampu mendorong agar sektor perekonomian yang sempat terganggu akibat krisis dapat hidup kembali.

"Kita harus bekerja lebih detail, sektor-sektor mana yang yang terganggu dan harus diapakan, apakah diberi insentif ataukah diberi stimulus," ujarnya.

Selain itu, Presiden juga menekankan agar kebijakan yang diambil dapat memicu masuknya arus investasi, yang merupakan kunci dari pertumbuhan ekonomi.

"Serta menciptakan peluang kerja yang sebanyak-banyaknya. Ini yang ditunggu-tunggu masyarakat karena sudah ada sekarang ini hampir 10 juta pengangguran di negara kita, baik karena pandemi dan juga angkatan kerja baru," ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa kebijakan perdagangan harus menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

"Ini selalu saya ingatkan, dalam negeri ini harus betul-betul urusan stabilitas harga, ketersediaan pasokan harus betul-betul terjamin,” tegasnya.

Menutup arahannya, Presiden menyampaikan keyakinannya bahwa tahun 2021 adalah tahun pemulihan dan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen di tahun ini dapat tercapai. Presiden pun mengungkapkan, meskipun di tengah pandemi, kinerja perdagangan luar negeri Indonesia di tahun 2020 tercatat cukup baik, yakni surplus 21,7 miliar dolar AS.

Untuk itu, Presiden mengajak seluruh jajaran Kemendag untuk tetap optimis dan terus melakukan terobosan-terobosan dalam meningkatkan kinerja pada sektor perdagangan.

"Tahun 2021 adalah tahun pemulihan yang harus dilandasi dengan semangat dan optimisme. Untuk itu secara khusus saya meminta kepada seluruh jajaran Kementerian Perdagangan untuk tidak hanya bekerja normatif, namun harus ada terobosan-terobosan kreatif, harus ada terobosan-terobosan inovatif," tandas Presiden.

Rakernas Kemendag tahun 2021 ini mengambil tema "Perdagangan sebagai Sektor Penggerak Utama Pemulihan Ekonomi Nasional". Rapat ini juga diikuti oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, Duta Besar WTO, Atase Perdagangan/Perwakilan Perdagangan di luar negeri, dinas perdagangan provinsi dan kota/kabupaten, hingga asosiasi pelaku usaha yang hadir secara virtual.

Turut hadir secara langsung mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya