Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Nusantara

Minta Aspek Pencegahan Dan Mitigasi Bencana Diutamakan, Jokowi: Jangan Pas Ada Bencana Ribut

RABU, 03 MARET 2021 | 21:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Aspek pencegahan dan mitigasi bencana menjadi satu hal yang ditekankan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi risiko bencana.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam Rakor Penanggulangan Bencana Tahun 2021, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (3/3).

"Saya melihat kunci utama dalam mengurangi risiko adalah terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana yang selalu saya sampaikan berulang-ulang pencegahan, pencegahan, jangan terlambat jangan terlambat," ujar Jokowi.


Menurut Jokowi, upaya pencegahan dan mirigasi penting dilakukan. Karena selama ini, dia melihat manajemen bencana Indonesia hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi.

"Kita harus mempersiapkan diri dengan antisipasi yang betul-betul terencana dengan baik. Detail," tegasnya.

Maka dari itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini berharap kebijakan penanggulangan bencana di tingkat nasional dan daerah berjalan beriringan, dan sensitif terhadap tingkat kerawanan bencana di daerah.

"Karena itu kebijakan nasional dan kebijakan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana. Jangan ada bencana baru kita pontang-panting, ribut, atau bahkan saling menyalahkan sepeti itu tidak boleh terjadi," katanya.

Adapun dalam segi regulasi, Jokowi memastikan kesiapan pemerintah pusat yang telah memiliki Rencana Induk Penanggulangan bencana 2020-2024 melalui Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2020.

Namun katanya, beleid yang memuat rencana induk tersebut hanya berupa grand design, sehingga perlu ada poin penting berupa kebijakan-kebijakan dan perencananaan-perencanaan tata ruang dan memperhatikan aspek kerawanan bencana.

"Poin pentingnya bukan hanya berhenti dengan memiliki grand design dalam jangka panjang, tapi grand design itu harus bisa diturunkan dalam kebijakan-kebijakan, dalam perencanaan-perencanaan termasuk tata ruang yang sensitif dan memperhatikan aspek kerawanan bencana," tuturnya.

"Serta tentu saja dilanjutkan dengan audit dan pengendalian kebijakan dan tata ruang yang berjalan di lapangan, bukan di atas kertas saja. Ini yang juga sudah berulang-ulang saya sampaikan," demikian Jokowi.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya