Berita

Sembilan ketua umum partai politik yang ada di Senayan/RMOL

Politik

9 Pimpinan Parpol Didoakan Dapat Hidayah, Pengamat: Pertanyaan Apakah Mereka Bisa Kompak?

RABU, 03 MARET 2021 | 16:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sembilan ketua umum partai politik yang ada di Parlemen tentu sangat memiliki peran membuat sistem politik Indonesia menjadi baik atau tidak.

Bagaimana pun semua anggota DPR yang berada di parlemen pasti akan mengikuti instruksi dari ketua umumnya.

"Menjadi pertanyaan adalah apakah sembilan ketua umum partai politik itu bisa kompak dan memiliki pemahaman yang sama bahwa sistem politik Indonesia harus diperbaiki," kata analis politik Iwel Sastra kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (3/3).


Direktur Mahara Leadership itu menanggapi pernyataan mantan pejabat BUMN M. Said Didu di acara diskusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan dengan tema "Korupsi: Ongkos Politik Mahal Atau Minus Integritas?", Selasa (2/3). Hadir sebagai pembicara lain di acara ini, Plt Jurubicara KPK Ali Fikri.

Dia mengatakan, perubahan Indonesia menjadi lebih baik diyakini hanya membutuhkan tekad bersama dari orang-orang yang jumlahnya tidak lebih dari 10 orang. Jika sembilan ketum parpol di Senayan sudah satu komitmen untuk memperbaiki sistem politik yang berbiaya mahal, maka Indonesia akan lebih baik.

"Sebenarnya sederhana, doa saya kalau malam, 'ya Allah berikanlah hidayah kepada pimpinan partai politik'. Kalau mereka itu baik, maka negeri ini baik. Sembilan orang sajalah. Karena semua mengalir dari pimpinan parpol," ujar Said Didu.

Iwel Sastra mengamini Said Didu. Menurutnya, ketum parpol menjadi motor utama dalam mendorong parpol untuk melakukan evaluasi terhadap praktik politik yang berlangsung.

Selain itu, lanjut dia, parpol juga harus bisa memberikan edukasi politik dan memberikan pemahaman politik yang baik kepada masyarakat.

Sangat penting masyarakat memiliki pemahaman politik yang baik. Misalnya, tentang pilkada langsung pada zaman Presiden SBY pernah diputuskan pilkada langsung ini dikembalikan kepada DPRD, namun yang terjadi pada waktu itu netizen menolak keputusan tersebut.

Presiden SBY pun ramai mendapat tekanan dan ledekan di media sosial. Hal ini kemudian membuat Presiden SBY akhirnya membatalkan keputusan memindahkan pilkada langsung ke DPRD dengan tetap melaksanakan pilkada langsung.

Jelas Iwel, di sinilah pentingnya pendidikan politik dari parpol dengan melakukan kajian dan memberikan informasi yang baik kepada masyarakat kerugian-kerugian yang bisa diakibatkan dalam pilkada langsung seperti ongkos politik yang sangat besar sehingga membuat banyak kepala daerah yang terpilih kemudian terjebak pada praktik KKN.

"Apabila kemudian ditemukan hasil kajian pilkada langsung lebih demokratis maka sistemnya harus diperbaiki sehingga biaya yang dikeluarkan kandidat tidak terlalu besar. Segala langkah partai politik ini tentu dimotori oleh ketua umum," terang dia.

Terakhir, Iwel menyebutkan, berbedaan-perbedaan pandangan dan sikap para ketum parpol tentu sangat dihargai karena perbedaan merupakan bagian dari demokrasi.

"Namun yang kita harapkan adalah para ketua umum partai politik ini memiliki pemahaman dan pemikiran yang sama untuk memperbaiki sistem politik di Indonesia, termasuk sistem pilkada dan batas ambang presiden saat ini," ucapnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya