Berita

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli/Ist

Politik

Cerita Rizal Ramli Tetap Happy Meski Disingkirkan Oligarki Dan Pengpeng

RABU, 03 MARET 2021 | 15:06 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Reshuffle kabinet yang dilakukan seorang presiden terhadap anggota kabinetnya acapkali terjadi karena minornya kinerja para pembantunya.

Namun tak dipungkiri, ada persoalan lain di balik perombakan kabinet oleh seorang kepala negara. Mulai dari desakan politik hingga kepentingan oligarki di dalamnya.

Salah satu kebijakan reshuffle yang masih menyisakan tanda tanya bagi publik yakni saat pemerintahan Presiden Joko Widodo di Kabinet Kerja Jilid II. Bahkan perombakan kabinet kala itu dinilai mengakomodasi kepentingan politik karena kental dengan nuansa pragmatis.


Saat itu, salah satu menteri yang kena reshuffle di Kabinet Kerja Jilid II adalah Rizal Ramli. RR, sapaan Rizal Ramli dipecat setelah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman selama 11 bulan.

Padahal, banyak yang beranggapan kinerja ekonom senior itu telah menampakkan hasil meski menjabat kurang dari satu tahun. Bahkan jejak kerja dan perjuangan RR melekat di ingatan publik dengan istilah 'Jurus Rajawali Ngepret' dan 'Jurus Rajawali Bangkit' dalam pembenahan tata kelola pemerintahan yang bersih dari KKN.

Jurus Rajawali Bangkit RR disematkan berkenaan dengan upaya peningkatan penerimaan negara atau jurus membangkitkan maritim dan sumber daya nasional.

"RR telah laksanakan amanah untuk melaksanakan visi Trisakti dan Nawacita demi rakyat, disingkirkan oligarki dan pengpeng," jelas Rizal Ramli di akun Twitternya, Rabu (3/3).

Kinerja RR yang berpijak pada kepentingan rakyat tersebut bukan omong kosong belaka. Ia bahkan mengungkap fakta sebenarnya bahwa dirinya sudah ditawari jabatan Menko Kemaritiman sebanyak tiga kali oleh Presiden Jokowi tahun 2015 silam.

"Baru setelah Jokowi minta tolong dengan sangat, RR ok. Tapi ternyata Jokowi lemah atas tekanan taipan reklamasi dan pengpeng (pejabat sekaligus pengusaha), RR dipecat," jelasnya.

Meski disingkirkan dari kabinet yang dinilai penuh dengan kepentingan tersebut, RR tak merasa kecewa. Sebab alasan dirinya masuk ke dalam pemerintahan bukan semata-mata atas hasrat untuk menduduki jabatan, melainkan demi kepentingan rakyat.

"RR malah happy-happy aja (dipecat)," demikian RR.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya