Berita

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/Net

Nusantara

Ridwan Kamil Berikan Catatan Evaluasi Pada Satu Tahun Covid-19

RABU, 03 MARET 2021 | 13:45 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengakui, dalam satu tahun kasus Covid-19 masih banyak masalah yang masih perlu mendapat perhatian besar.

Pertama adalah terkait data kasus harian Covid-19 yang masih tumpang tindih.

"Jadi dalam satu tahun ini banyak hikmahnya pertama urusan data sampai hari ini nggak beres-beres. Jawa Barat masih diumumkan dengan kasus-kasus lama, yang sembuh masih diumumkan karena proses pengumumannya masih belum selesai," ucap Emil, sapaan akrabnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (3/3).


Kedua, kepemimpinan adalah kunci. Menurutnya, setiap pengambilan keputusan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

"Harus satu komando, makanya PPKM lebih berhasil karena semua wajib ikut. Waktu PSBB itu multiple choice boleh ikut boleh tidak maka pengajuannya tuh dari bawah. Ada kota ngajuin PSBB disetujui ada yang tidak nggak disuruh akibatnya kontrol pergerakan dan lain-lain tidak setara, kalau PPKM itu top-down Jawa-Bali semua harus ikut," jelasnya.

Terakhir adalah data rumah sakit. Emil menyebut, berdasarkan laporan yang diterimanya keterisian rumah sakit di Jabar ada di angka 54 persen.

"Awal Januari di atas 80 pesen, diatas 80 kan kita panik karena karena standar WHO kritis pun 60 persen, standar pemerintah pusat 70 persen, kita sudah di atas 80 persen, nah sekarang alhamdulillah sudah 54 persen," ungkapnya.

Tak lupa, Emil pun menyampaikan doa dalam momentun satu tahun pandemi Covid-19. Ia berharap, Covid-19 binasa selamanya.

"Saya ucapkan selamat pendek umur ya semoga binasa selamanya," tandasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya