Berita

Sembilan ketua umum partai politik yang ada di Senayan//RMOL

Politik

Indonesia Akan Baik Jika Sembilan Orang Ini Dapat Hidayah

SELASA, 02 MARET 2021 | 19:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Biaya politik yang mahal adalah pangkal masalah di negeri ini. Indonesia akan baik jika beberapa orang ini kompak memperbaiki sistem politik.

Orang-orang ini tidak banyak, tidak sampai 10 orang. Jika orang-orang ini baik, maka negeri ini akan ikut baik.

Mereka adalah ketua umum partai politik. Saat ini, ada sembilan parpol di Senayan.


Mereka adalah, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

"Sebenarnya sederhana, doa saya kalau malam, 'ya Allah berikanlah hidayah kepada pimpinan partai politik'," kata mantan pejabat BUMN M. Said Didu saat mendapat pertanyaan, "mulai dari mana dan siapa merubah sistem agar Indonesia bebas dari korupsi?".

Pertanyaan itu disampaikan Pemimpin Redaksi Kantor Berita Politik RMOL, Ruslan Tambak dalam diskusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan dengan tema "Korupsi: Ongkos Politik Mahal Atau Minus Integritas?", Selasa (2/3). Pembicara lain, Plt Jurubicara KPK Ali Fikri.

Menurut Said Didu, kalau sembilan ketum parpol itu kompak memperbaiki sistem politik, maka selesai masalah.

"Kalau mereka itu baik, maka negeri ini baik. Sembilan orang sajalah. Karena semua mengalir dari pimpinan parpol. Para pimpinan parpollah, kalau mereka ketemu, 'oke, yuk kita ubah sistem pilkada, kita ubah sistim politik'. Maka itu langsung selesai," ujar mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu.

"Jadi, sebenarnya mau memperbaiki negeri ini adalah para pimpinan partai politik mendapat hidayah, memikirkan bangsanya menjadi bersih, maka bersihlah bangsa ini," lanjut Said Didu.

Kalau pimpinan parpol belum atau tidak mau, dan bahkan "ikut menikmati" dari sistem politik yang ada sekarang, maka menuju perbaikan masih susah.

"Kalau pimpinan parpol masih bertahan dan bahkan menjadi 'ikut menikmati' sistem politik seperti ini, maka tidak salah apabila rakyat yang meminta. Tapi sayang, sekarang rakyat ini menjadi ketakutan (mengkritik atau menyatakan pendapat)," tuturnya.

Artinya, masih kata Said Didu, kalau para politisi terus-terusan dibiayai oleh cukong, maka tidak akan ada perbaikan, yang ada malah kehancuran.

"Negara ini harus diselamatkan. Hentikan sponsor dan cukong yang membiaya para politisi. Karena meraka yang menetukan pejabat," ucapnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya