Berita

Menteri Pariwista dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno/Net

Politik

Percepat Pembangunan Destinasi Super Prioritas, Menparekraf Sandiaga Pakai Skema KPBU

SENIN, 01 MARET 2021 | 22:06 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kementerian Pariwista dan Ekonomi Kreatif mengusung skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) atau PPPP (Public, Private, People, Partnership) untuk mempercepat persiapan 5 destinasi pariwisata super prioritas dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Konsep tersebut diperkenalkan Menteri Pariwista dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno kepada para pejabat di lingkungan Kemenparekraf saat rapat dengan para Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata yang digelar beberapa waktu lalu.

"Skema yang sudah sering saya jalankan sejak zaman saya di dunia usaha sampai di pemerintahan dan sekarang mau saya kenalkan di Kemenparekraf adalah KPBU," kata Sandiaga dalam keterangannya, Senin (1/3).


Sandiaga mengatakan, konsep KPBU bukan hal baru di lingkungan pemerintah. Ada sejumlah proyek infrastrutkur yang dibiayai melalui skema KPBU, seperti jalan tol Cipali, Palapa Ring model dan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Jati Luhur di lingkungan Kementerian PUPR.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini menambahkan, penggunaan konsep KPBU untuk mempercepat pembangunan infrastrutktur di 5 destinasi pariwisata super prioritas telah disetujui Presiden Jokowi serta kementerian terkait seperti Kementerian Keuangan.

"Yang terpenting konsep KPBU ini mengubah paradigma dalam penyediaan infrastruktur, dulu biasanya kita hanya bangun tapi sekarang kita bangun bersama-sama. Ini semakin relevan karena Covid-19, karena APBN kita murni terealokasi untuk menangani Covid-19," jelasnya.

Sandiaga menekankan agar platform kerja sama Kemenparekaraf di KPBU ini tetap sama, yakni inovasi, adapatasi dan kolaborasi.

Ia meyakini, konsep KPBU bisa menjadi alternatif solusi bagi percepatan pembangunan 5 destinasi super prioritas.

"KPBU ini menurut pengalaman saya sangat efektif tapi butuh komitmen dari pemimpinnya, dari saya sampai jajaran juga. Saya yakin ini akan menjadi solusi alternatif, efektif, dan tepat manfaat," demikian Sandiaga.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya