Berita

Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto/Net

Politik

Dedi Kurnia: Meski Elektabilitasnya Teratas, Prabowo Sulit Menangi Pilpres 2024

SABTU, 27 FEBRUARI 2021 | 02:39 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Peluang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih ada meski dari data survei elektabilitasnya mengalami penuruna.

Demikian analisa Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (26/2).

Analisa Dedi, meski memuncaki perolehan asumsi suara, data elektabilitas Prabowo cenderung menyusut.


Meski demikian potensi keterusungan di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang masih terbuka lebar.

"Meskipun memuncaki perolehan asumsi suara, tetap saja presentasenya tidak signifikan. Tetapi dari sisi potensi keterusungan di 2024, peluang Prabowo tetap ada, hanya saja untuk menang, terlalu sulit," demikian kata Dedi, Jumat malam (26/2).

Lebih lanjut, kata Dedi sulitnya politisi yang saat ini menjabat Menteri Pertahanan menang Pilpres karena selama ini Prabowo gagal kelola sentimen pemilih pada 2019 silam.

Salah satunya, tambah Dedi masuknya Prabowo ke dalam koalisi pemerintahan.

"Terlebih Prabowo gagal mengelola sentimen pemilih 2019, masuknya Prabowo ke koalisi pemerintah sudah terbukti menggerus elektabilitasnya dan Gerindra," demikian kata Dedi.

Mengacu pada hasil survei Parameter Politik Indonesia dan Lembaga Survei Indonesia elektablitas Prabowo Subianto masih berada dalam posisi teratas. Diikuti beberapa nama lain seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya