Berita

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tegal, Ayu Palereti/Ist

Politik

Pengakuan Ketua DPC Demokrat Tegal Yang Dipecat Karena Dukung KLB

JUMAT, 26 FEBRUARI 2021 | 17:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sejumlah kader Demokrat yang dinilai berseberangan dengan Dewan Pimpinan Pusat mulai diberhentikan. Salah satunya Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Tegal, Ayu Palaretin.

"Saya resmi dicopot sebagai Ketua DPC oleh Ketua DPD Jawa Tengah pada tanggal 17 Februari kemarin," kata Ayu Paleretin saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (26/2).

Ayu yang mengaku sudah 3 periode memjabat sebagai ketua DPC dipecat karena dianggap mendukung adanya Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat. Ia bahkan dituduh telah menerima sejumlah uang dari senior Demokrat yang menghendaki KLB.


Bahkan yang membuatnya heran, ia turut diminta membuat catatan mengenai pemberian uang dari para senior.

"Anehnya, saya disuruh membuat koronolgis atas hal yang tidak pernah saya lakukan,"  sambung Ayu.

Ia tak habis pikir dengan pemecatan yang dialaminya. Sebab kuatnya Partai Demokrat di Tegal tak lepas dari kerja kerasnya untuk mendapatkan setidaknya enam kursi di masa lalu.

Melihat perlakuan terhadapnya, ia lantas membandingkan kepemimpinan Demokrat saat ini dengan era Ketua Umum Hadi Utomo periode 2005-2010 yang dianggap cukup memberi perhatian terhadap pengurus cabang di wilayah.

"Di periode pertama, DPP masih memperhatikan uang saksi. namun di Pilpres kemarin sama sekali tidak ada. Dampaknya suara partai terjun bebas, untung saja di Tegal masih dapat 2 kursi. Di kabupaten atau kotamadya lainnya sama sekali tidak ada," demikian Ayu.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya