Berita

Mantan Eselon I Kantor Staf Presiden, Bambang Beathor Suryadi/Net

Politik

Untuk Selesaikan Perkara Tanah, Jokowi Harus Patuhi Perintah MA

JUMAT, 26 FEBRUARI 2021 | 11:33 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sejak terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia pada 2014, Joko Widodo, tampaknya sangat concern dengan permasalahan tanah. Terutama terkait sertifikasi tanah yang dimiliki rakyat.

Berdasarkan data yang dirilis Setkab, pada 2016 telah diterbitkan 1,1 juta sertifikat, 2017 sebanyak 5,4 sertifikat, 2018 ada 9,3 juta sertifikat, dan pada 2019 sebanyak 11,2 juta sertifikat.

Sementara pada 2020, setidaknya ada 6,5 juta sertifikat tanah yang telah direalisasikan. Kemudian per Januari 2021, telah dibagikan lebih dari 500 ribu sertifikat lagi kepada masyarakat.


"Cita cita Jokowi ingin menjadi Presiden dirintisnya karena pernah mengalami ketidakadilan saat digusur oleh Pemda Solo atas tanah yang ditempatinya. Satu di antara yang menjadi impiannya adalah memberantas Birokrat yang menjadi kaki tangan mafia tanah," tutur mantan Eselon I Kantor Staf Presiden, Bambang Beathor Suryadi, melalui keterangannya, Jumat (26/2).

Sejak jadi Gubernur DKI, lanjut Beathor, Jokowi banyak mendengar keluhan warga atas tanah mereka yang dicaplok swasta, Pemda, BUMN, dll. Dan informasin yang didapatnya makin banyak setelah menjadi Presiden. Di mana ada lahan rakyat, hutan dibakar, yang ironisnya semua jadi milik korporasi.

Niat Jokowi untuk menyelesaikan konflik lahan itu kemudian diwujudkan Kantor Staf Presiden dengan membentuk SatGas Percepatan Penyelesaian konflik agraria.

"Sayangnya dari ribuan perkara yang masuk ke KSP, hanya satu terselesaikan, yaitu di Kampar Riau," terang Beathor.

Belakangan ini, mafia tanah juga kembali disorot usai mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, melaporkan adanya upaya pengambilalihan secara paksa lahan milik ibunya.

Presiden pun langsung perintahkan Kapolri untuk memberantas mafia tanah ini.

Menurut Beathor, program perioritas Jokowi tentang sertifikat tanah warga akan gagal jika mafia memanfatkannya untuk menipu rakyat. Padahal, penyelesaian konflik agraria merupakan bagian dari upaya Jokowi untuk mensejahterakan rakyat.

"Saat tutup kabinet jilid pertama Oktober 2019, Moeldoko sebagai Kepala KSP menyerahkan berkas data lahan tanah rakyat, ada 650 perkara," ujar kader PDI Perjuangan ini.

Untuk itu, Beathor menyarankan dilakukan model mediasi terkait penyelesakan sengketa lahan. Hal ini menurut dia bisa membantu Jokowi menyelesaikan kasus-kasus yang sudah bertahun-tahun.

"Apalagi dibukanya peta HGU seperti perintah Mahkamah Agung tertanggal 6 Maret 2017 No register 121K/TUN/2017. Ada banyak perkara tanah rakyat terselesaikan," tegasnya.

"Jokowi harus melaksanakan perintah Mahkamah Agung di atas untuk menunjukan Pemerintahannya patuh dan taat hukum. Ini legasi yang bersejarah tentang JokoWi," demikian Bambang Beathor Suryadi.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya