Berita

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo Moncer Di Berbagai Survei, Hensat: Belum Tentu Awet Sampai 2024

SENIN, 22 FEBRUARI 2021 | 15:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Nama Prabowo Subianto menduduki peringkat pertama menjadi calon presiden di 2024 dalam sejumlah lembaga survei.

Banyak kalangan berpendapat bahwa Prabowo masih diminati rakyat dan sebagai mitos 08 yang disandangnya

Pengamat politik dari lembaga survei Kedaikopi, Hendri Satrio berpendapat moncernya Prabowo dalam sejumlah lembaga survei lantaran Prabowo merupakan salah satu dari orang yang berpengaruh di negeri ini.


“Penyebabnya hanya 1 yang gue percaya, saat ini top of mind pemimpin bangsa ada 2 Jokowi dan Prabowo,” ucap Hensat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (22/2).

Namun, dia berpendapat nama Prabowo belum tentu selalu moncer elektabilitasnya dalam sejumlah survei hingga 2024.

“Jokowi kan Presiden saat ini akan selesai di 2024, nah tinggal Prabowo sih. Tapi belum tentu awet sampai 2024,” imbuhnya.

Dia menjelaskan di era 2011 nama Prabowo masih moncer dan kuat sebagai pengganti SBY, tapi 2012 muncullah Jokowi sebagai tokoh baru yang terus kinclong hingga mengalahkan Prabowo di 2014.

“Hasil survei KedaiKOPI akhir 2020 memunculkan 400-an lebih nama calon pemimpin 2024, jadi Indonesia tidak pernah kekurangan pemimpin dan tidak pernah kekurangan calon lawan Prabowo,” tandasnya.

Survei Parameter Politik Indonesia menempatkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih kokoh di urutan teratas sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 (19,9 persen).

Sedangkan survei terbaru LSI, menempatkan politisi yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan di urutan terasa dengan perolehan 26 persen.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya