Berita

Jaya Suprana/Ist

Jaya Suprana

Bingungologi Hurufologi E

SENIN, 22 FEBRUARI 2021 | 10:09 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KETIKA mempelajari angkamologi, saya menemukan beberapa simbol matematikal bukan dalam bentuk angka namun huruf. Di ranah aljabar angka a dan b dan c sangat berperan. Tanpa huruf diyakini aljabar tidak eksis kecuali dicari bentuk lain Boldsebagai pengganti abjad.

Namun dapat dipastikan bahwa tanpa huruf, naskah yang saya baca ini mustahil saya tulis. Meski ada yang membedakan antara huruf dengan abjad, namun saya memilih menggunakan istilah huruf.

Hurufologi



Kembali ke kawasan matematika, huruf e ternyata multi-peran. Sebagai huruf yang berada pada urutan ke-5 dalam susunan abjad sebelum f dan d, ternyata e bisa bermakna eksentritas pada bentuk yang disebut sebagai konik seperti misalnya bentuk nasi tumpeng.

Sementara pada rumusan relativitas Einstein yaitu E = mc kuadrat,  E ditulis dengan huruf besar bermakna unit-unit enerji, sementara m representasi unit-unit massa, dan c mewakili kecepatan cahaya yang apabila dikuadratkan berarti dikali dua kali dengan dirinya sendiri.

Bagi yang meragukan kebenaran rumusan Einstein sebaiknya jangan tanya ke saya yang awam segala-galanya, maka manut saja bahwa rumusan Einstein tersohor itu adalah benar adanya. Sebab saya tidak membuktikan bahwa rumusan dahsyat itu tidak benar.

Oxford Dictionary


Sama halnya saya tunduk kepada definisi Oxford Dictionary of Mathematics yang berfatwa bahkan definisi abjad e adalah (agar saya tidak keliru alih-bahasa maka tetap dalam bahasa Inggris) The number that is the base of natural logarithms.

Dari kalimat defisional Oxfrod itu saja saya sudah cukup bingung sebab kamus berwibawa itu ternyata menyebut huruf e sebagai number  alias angka atau bilangan. Berarti sebenarnya saya tidak perlu repot menyebut e sebagai simbol demi menghindari sebutan angka atau bilangan.

Pasti Gus Dur nyeletuk "Gitu Aja Kok Repot!".

Kemudian kata base juga membingungkan tentang di mana sebenarnya lokasi huruf e seharusnya berada. Padahal pada kenyataan bisa bukan cuma di dasar namun bisa di atas atau di samping bahkan beyond alias di luar.

Di samping istilah natural bisa disimpulkan bahwa jika ada yang natural berarti pasti ada pula yang tidak natural.

Bingungologi

Faktor bingungologisnya terletak pada di mana letak batas antara yang natural dengan yang tidak natural.

Puncak kebingungan saya terletak pada kata logaritma yang dipluralkan menjadi logaritma-logaritma yang membingungkan saya dengan pertanyaan “Lalu logaritma yang mana di antara logatima-logaritma ?” karena saya paling fobia menghadapi daftar logaritma sebab terlalu membingungkan bagi saya yang dangkal dayapikir ini untuk menyimaknya.

Akibat sampai di sini saja saya sudah rawan dituduh mencari-cari masalah secara membelah titian serambut menjadi tujuh. Maka ketika membaca lanjutan definisi Oxford Dictionary of Mathematics of Mathematics tentang huruf e dengan kalimat ancaman bahwa There are several ways of defining it, langsung saya memaksakan diri saya untuk berhenti sampai di situ saja.

Transcendental

One definition saja sudah cukup membingungkan saya, apalagi several definitions. Dan terbukti keputusan saya untuk berhenti mencari definisi huruf abjad e adalah sangat bijak.

Jika saya lanjut bisa-bisa saya akan jatuh pingsan akibat kebingungan membaca kalimat bikinan para penyusun kamus matematika Oxford bahwa The value of e is 2.71828183 (to decimal 8 places). The proof that e is irrational is comparative easy. In 1873, Hermite proved that 3 is transcendental and his proof was subsequently simplified by Hilbert.

Meski istilah transcendental itu keren maka saya suka, namun mohon dimaafkan bahwa tetap saja saya bingung tentang apa sebenarnya maksud maupun makna kalimat ultra matematikal serta berbelit-belit ke sana ke mari itu.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya