Berita

Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan menerima kunjungan Saad Al Hariri (kanan) di Istana Qasr Al Shati 'di Abu Dhabi, UEA, Februari 19, 2021/Net

Dunia

Bahas Pemerintahan Baru, PM Lebanon Bertemu Putera Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed

SABTU, 20 FEBRUARI 2021 | 10:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri telah menggelar pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed pada Jumat (19/2) waktu setempat.

Kantor berita negara WAM melaporkan Pertemuan keduanya dimaksudkan untuk meninjau perkembangan terbaru di Lebanon, dan upaya terkait pembentukan pemerintahan baru.

"Sheikh Mohamed bin Zayed menegaskan dukungan UEA untuk rakyat Lebanon dan ambisi mereka untuk persatuan, stabilitas dan pembangunan," kata laporan itu, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Sabtu (20/2).


Dalam pertemuan tersebut, Mohammed bin Zayed mengungkapkan keinginan tulusnya agar Lebanon membentuk pemerintahan yang "memprioritaskan rekonsiliasi nasional dan berusaha untuk bertahan dari perbedaan dan mengatasi tantangan yang menimpa bangsa."

Sebelumnya, Hariri pada hari Minggu mengatakan, bahwa Lebanon tidak memiliki jalan keluar dari krisisnya tanpa bantuan dari negara-negara Arab.

Negara-negara Teluk secara historis memberikan bantuan keuangan kepada negara Timur Tengah yang bermasalah itu, dan Hariri mengatakan pada akhir 2019 bahwa Lebanon dijanjikan bantuan keuangan oleh UEA selama kunjungannya ke sana.  

Namun, negara-negara Teluk memiliki kekhawatiran atas pengaruh Hizbullah yang berkembang di Lebanon.

Lebanon saat ini sedang mengalami krisis ekonomi yang menghancurkan, yang terburuk sejak perang saudara 1975-1990, dan protes nasional. Mata uang negara itu anjlok, bank-bank lumpuh, dan setidaknya separuh penduduknya jatuh miskin.

Sementara, Hariri diberi tugas untuk membentuk pemerintahan pada bulan Oktober tetapi sejauh ini usahanya gagal, akibat adanya perselisihan di antara politisi Lebanon. Kegagalan itu telah menarik teguran dari pendonor dan peringatan bencana sosial dari badan-badan PBB.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya