Berita

Ilustrasi Otsus/Net

Presisi

Rapim Internal, Baintelkam Polri Soroti Penolakan Perpanjangan Otsus Papua

RABU, 17 FEBRUARI 2021 | 12:33 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) internal, Baintelkam Polri membeberakan beberapa isu yang tengah bergulir di dalam negeri. Isu penolakan perpanjangan Otonomi Khusus (Otsus) Papua salah satu yang menjadi sorotan.

Karo Analisis Baintelkam Polri Brigjen Achmad Kartiko yang mewakili Kabaintelkam mengatakan, Otsus Papua merupakan salah satu cara pemerintah untuk mengatasi konflik di bumi Cendrawasih dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.   

"Yang menjadi fokus utama bidang politik terkait dengan isu penolakan terhadap perpanjangan otonomi khusus (Otsus) Papua. Otsus papua sejatinya adalah untuk penyelesaian konflik dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat papua," kata rigjen Achmad Kartiko di acara Rapim internal Polri, Rabu (17/2).


Polri, sambung Achmad memetakan kelompok-kelompok yang menjadi motor penolakan perpanjangan Otsus Papua dengan menggaungkan mogok nasional serta membentuk petisi penolakan Otsus.

"Yang menyuarakan kontra untuk supaya otsus tidak diperpanjang ada beberapa kelompok. Terdiri dari 45 organisasi penggerak," ungkap Achmad Kartiko.  

Setidaknya, sambung dia, saat ini pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp 93 triliun untuk Otsus Papua, dan Rp 33 triliun bagi Papua Barat.

"Namun ada permasalahan penyimpangan anggaran," tandas Kartiko.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya