Berita

Lokasi banjir di salah satu desa di Kabupaten, Pasuruan, Jawa Timur/Istimewa

Nusantara

Tiga Desa Di Pasuruan Terdampak Banjir Dari Luapan Dua Sungai, 357 Warga Mengungsi

SENIN, 15 FEBRUARI 2021 | 09:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Banjir yang disebabkan luapan air sungai yang bermula dari curah hujan tinggi terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Mingu malam (14/2).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menyebutkan jumlah desa yang terdampak banjir.

"BPBD Kabupaten Pasuruan melaporkan banjir terjadi di sejumlah desa di tiga kecamatan," ujar Raditya dalam keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (15/2).


Raditya menjelaskan, banjir yang mulanya dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi membuat debit air dua sungai meluap ke daratan.

"Kondisi tersebut (hujan dengan intensitas sedang dan tinggi) berdampak debit air Sungai Kedunglarangan di Kecamatan Bangli, Sungai Rejoso di Kecamatan Winongan dan Kecamatan Grati meluap," tuturnya.

Adapun tiga kecamatan yang terdampak banjir antara lain Kecamatan Bangli yang di dalamnya merendam Desa Satak, Tambaka, Kalianyar, Kalirejo dan Masangan. Kemudian di Kecamatan Winngan merendam Desa Bandaran dan Prodo, serta Kecamatan Grati merendam Desa Kebrukan.

Adapun korban jiwa yang terdampak banjir ini ada 294 KK terdampak dan sebanyak 357 jiwa mengungsi. Mereka yang mengungsi tersebar di beberapa lokasi.

"Beberap di antaranya di masjid Al-Islah sebanyak 116 jiwa dan 148 jiwa di TK Setia Budi. Sedangkan ratusan rumah warga terdampak dengan tinggi muka air banjir sekitar 70 cm," terang Raditya.

"BPBD dan unsur-unsur terkait lain telah melakukan upaya penanganan darurat kepada masyarakat terdampak," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya