Berita

Jaya Suprana/Ist

Jaya Suprana

Sin Cun Kiong Hi, Thiam Hok Thiam Siu

JUMAT, 12 FEBRUARI 2021 | 08:17 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ADALAH jasa Gus Dur bahwa Imlek yang dicekal pada masa Orba dapat dirayakan sebagai hari raya Nasional di Indonesia. Tanpa prakarsa Gus Dur tidak ada perayaan Imlek di Indonesia. Kini tidak ada alasan bagi para warga keturunan China termasuk saya untuk merasa didiskriminir di persada Nusantara.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Gus Dur atas peresmian Imlek sebagai Hari Raya Nasional. Namun Gus Dur justru memberikan sebuah peringatan dalam bahasa Jawa “Ojo umpak-umpakan” agar saya jangan mabuk euforia lalu lupa daratan merayakan Imlek secara berlebihan.

Peringatan Gus Dur penting, perayaan Imlek secara berlebihan rawan memicu dampak buruk berupa kecemburuan sosial terhadap warga keturunan seperti yang terbukti di masa Orba.


Sederhana

Maka saya sangat menghargai dan menghormati Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) mengimbau agar para anggotanya menyelenggarakan perayaan  Imlek secara sederhana di rumah masing-masing dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, mengingat situasi pandemi dan penularan Covid-19 masih merajalela.

Yayasan Buddha Tzu Chi dan Eka Tjipta Foundation merayakan Hari Raya Imlek dengan mempersembahkan sumbangsih bakti-kemanusiaan  kepada kaum miskin.

Demikian pula Perhimpunan Islam Tionghoa (PITI) lebih mengutamakan kemanusiaan ketimbang pesta pora merayakan Imlek.

Gereja-gereja membagikan nasi bungkus gratis kepada yatim-piatu dan jompo. GEMAKU (Generasi Muda Konghucu) merayakan Imlek dengan membagikan sembako kepada para penyintas Covid-19, janda, yatim, balu yang sebatang kara dan pedagang kecil terdampak PSBB.

KOMTAK (Komunitas Tionghoa Anti Korupsi) berbagi bakmi gratis dengan kaum miskin dan papa. Alih-alih pamer kemewahan, masyarakat merayakan Imlek secara sederhana demi pamer kemanusiaan.

Saya yakin arwah almarhum Gus Dur bahagia menyaksikan para warga merayakan Imlek secara sederhana demi mewujudkan makna adiluhur yang terkandung di dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia menjadi kenyataan.

SIN CUN KIONG HI, THIAM HOK THIAM SU.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya