Berita

Yoshiro Mori, ketua panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020/Net

Dunia

Gara-gara Lidah Tak Bertulang, Jabatan Ketua Panitia Olimpiade Tokyo Pun Ikut Melayang

JUMAT, 12 FEBRUARI 2021 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kira-kira begitu kata yang cocok untuk menggambarkan nasib yang kini dialami oleh ketua panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, Yoshiro Mori.

Pasca mendapat tekanan terus-menerus dari berbagai pihak setelah ia melontarkan kata-kata bernada seksis terhadap kaum perempuan, Mori akan melepaskan jabatannya itu pada Jumat (12/2) waktu setempat.

Dari kabar yang beredar, Walikota Desa Atlet Olimpiade Tokyo Saburo Kawabuchi digadang-gadang akan menggantikan posisi Mori, seperti dikutip dari Aljazeera.


Kontroversi bermula saat Mori menghadiri rapat yang diselenggarakan dewan Komite Olimpiade awal pekan lalu. Saat itu, pria berusia 83 tahun tersebut menyatakan keengganannya untuk menambah jumlah anggota wanita dalam Komite Olimpiade, dan mengatakan bahwa mereka terlalu banyak bicara.

"Kalau menambah jumlah anggota wanita dalam dewan ini, kita harus memberi mereka batasan waktu bicara," ujar Mori saat itu.

"Mereka (wanita) sangat mengganggu karena kalau sudah bicara sulit berhenti. Untungnya, tujuh wanita yang ada di dewan memahami posisi mereka," ujarnya.

Sontak saja, pernyataan Mori mengundang berbagai reaksi yang luas di media sosial.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike bahkan mengatakan Mori telah "membuat jijik banyak orang" dan bersumpah bahwa dia tidak akan ambil bagian dalam rapat perencanaan tingkat tinggi untuk Olimpiade minggu depan.

Mori sendiri telah menyadari kesalahannya dan langsung meminta maaf. Namun saat itu dia menolak untuk mengundurkan diri.

Komite Olimpiade Internasional juga menganggap masalah itu sudah ditutup, tetapi kemudian mengatakan pernyataan Mori sama sekali tidak pantas untuk dilakukan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya