Berita

Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono/Net

Politik

Selain Pandai Kelola Isu, Ketokohan AHY Faktor Penting Melejitnya Suara Demokrat

JUMAT, 12 FEBRUARI 2021 | 05:36 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Setahun belakangan Partai Demokrat mengalami tren kenaikan keterpilihan dan simpati publik.

Dalam survei terbaru yang dilakukan Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) Demokrat mendapatkan perolehan 8,70 persen di bawah PDIP (17,3 persen), Golkar (16,70 persen) dan Nasdem (8,70 persen).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menganalisa, ada dua faktor yang menjadi pemicu kenaikan elektabilitas Demokrat.


Pertama, konsistensi Demokrat dan para elite partai dalam menyampaikan sikap politiknya.

Dijelaskan Dedi faktor yang kedua adalah karena ketokohan Agus Harimurti Yudhoyono yang menjadi representasi Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kondisi ini memungkinkan karena AHY telah membangun basis kepercayaan publik sejak keluar dari karir militer untuk terjun ke politik," demikian analisa Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (12/2).

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, selama ini Demokrat juga kerap mendapat tekanan berbagai isu.

Beberapa isu yang menerpa Demokrat diantaranya: isu mendalangi aksi 212 bahkan kudeta parpol yang mencuat belakangan ini.

Kata Dedi kalau Partai berlambang mercy itu tepat mengelola isu maka bisa berdampak pada meningkatnya simpati publik.

"Jika tepat mengelola isunya maka bisa berbuah simpati publik dan SBY terbukti pandai mengelola simpati publik," demikian kata Dedi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya