Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Taiwan Lega Dan Berterima Kasih Pada Biden Yang Membelanya Dalam Panggilan Telepon Dengan Xi Jinping

KAMIS, 11 FEBRUARI 2021 | 15:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dukungan Presiden Joe Biden terhadap Taiwan disambut penuh haru dan kagum. Kantor Kepresidenan Taiwan berterima kasih kepada Biden atas komentarnya yang membela Taiwan saat berbicara lewat panggilan telepon dengan Presiden Xi Jinping.

"Kami mengungkapkan kekaguman dan terima kasih atas perhatian Presiden Biden tentang keamanan Selat Taiwan dan masalah hak asasi manusia," kata juru bicara Xavier Chang dalam sebuah pernyataan pada Kamis (11/2).

"Sebagai anggota komunitas internasional, Taiwan akan terus bekerja sama dengan negara-negara yang berpikiran sama, termasuk Amerika Serikat, untuk bersama-sama berkontribusi pada stabilitas dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik," tambahnya, seperti dikutip dari Reuters.


Biden, saat berbicara dengan Xi, menekankan kekhawatirannya atas sikap keras China terhadap aktivis demokrasi di Hong Kong, pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang, dan tindakan keras terhadap Taiwan.
Beijing secara terus menerus mengklaim kedaulatan penuh atas Taiwan, bahkan ketika kedua belah pihak telah diperintah secara terpisah selama lebih dari tujuh dekade.

China juga secara teratur menggambarkan Taiwan sebagai masalah paling penting dan sensitif dalam hubungannya dengan Amerika Serikat, dan marah dengan peningkatan kontak antara keduanya dan peningkatan penjualan senjata di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.

Dalam percakapan telepon itu, Xi tetap mempertahankan ketegasannya mengenai Hong Kong, Xinjiang dan Taiwan, dan mengatakan bahwa itu adalah masalah dalam negeri China.

Mengetahui pembelaan dan janji Biden itu, Taiwan telah berbesar hati dan kagum.

Bersamaan dengan percakapan Biden dengan Xi, perwakilan Taiwan dan pejabat tinggi AS mengadakan pertemuan formal pertama mereka yang diakui secara publik di Washington di bawah pemerintahan baru.

Duta besar defacto Taiwan untuk Amerika Serikat, Hsiao Bi-khim, bertemu dengan Sung Kim, penjabat Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya