Berita

Wartawan senior Danke Drajat/Ist

Publika

Tiada Lagi Danke Drajat

SELASA, 09 FEBRUARI 2021 | 20:48 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun.

Wartawan dan presenter TV senior Danke Drajat (65) meninggal dunia Selasa (9/2) pukul 15.42 WIB di RS UI --tempat almarhum dirawat sejak 10 Januari.

Danke terpapar Covid-19, tangal 3 Januari lalu. Seminggu setelah itu jurnalis yang lama mengabdi di program news Seputar Indonesia RCTI dilarikan ke RS UI, Depok di Jawa Barat.


Saya mengikuti perjuangan Danke melawan virus corona melalui group-group WA kawan wartawan. Luar biasa pertarungannya hingga jiwanya tak tertolong lagi.

Saya berkawan lama dengan Danke. Saat Cek & Ricek tayang di RCTI, kami selalu bertemu dan ngobrol ngalor kidul. Orang humoris, ramai, mudah akrab dengan siapa saja, sebagaimana pembawaan wartawan. Dia selalu hadir setiap kali C&R bikin acara. Pendeknya orangnya heboh.

Belakangan karena kesibukan kontak tatap muka sudah jarang, tetapi lewat saluran telepon atau media sosial seperti FB jalan terus. April 2019 ternyata kami sama berada di Tanah Suci menunaikan umrah. Janji ketemu, tapi entah kenapa tidak jadi terealisasi.

Yang saya ingat jadwal dia memang langsung balik ke Tanah Air tidak lama setelah kontak di FB itu. Sedangkan saya masih meneruskan perjalanan ke Madinah.

Menantang Maut

Sebelum vonis positif corona, saya mengikuti cerita Danke di FB untuk melawan gejala terpapar pagebluk itu.

Dia menginformasikan pakai jeep off road menuju daerah perbukitan. Ia sengaja buka baju menyetir mobil itu supaya terpapar matahari. Tampaknya dia sudah merasakan gejala terpapar virus. Maka itu dia sengaja menempuh rute lewat jalan bebatuan supaya badannya terguncang-guncang dan keluar keringat.

Lalu dia pun menyantap makan kesukaannya. Tapi dia ternyata enggak bisa merasakan itu. Dia coba merokok, tapi dia mengaku rasa rokoknya kok aneh.

Danke mulai cemas ketika merasakan kehilangan penciuman. Dan, setelah diswab hasilnya positif. Dia menjalani isolasi mandiri, namun seminggu kemudian dia menyerah, barulah dia dibawa ke RS UI.

Danke yang lahir 21 Juli 1955. meninggalkan seorang istri, Ibu Kiki. Tiga anak yaitu Kautsar Umaro Yanshuru,Khalifa Bening Jiwa, dan Kayla Audivisi --semua sudah berkeluarga dan memberinya dua cucu: Dastan Altio Yanshuru dan Annisa Gloria Jiwani.

“Papa kenanya lebih sebulan. Pertama kali ketahuan 3 Januari, tanggal 10 kemudian masuk RS,” cerita Kayla. Petang tadi jenasah almarhum dimakamkan di Tapos, Bogor, Jawa Barat.

Tiada lagi  sosok wartawan banyak kawan dan relasi yang kehadirannya selalu menyenangkan orang.

Semoga almarhum Husnul Khotimah.
Alfatihah.

Penulis adalah Wartawan Senior

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya