Berita

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD/Repro

Politik

Mahfud MD Klaim Penanganan Karhutla Makin Membaik, Pencemaran Asap Nihil

SELASA, 09 FEBRUARI 2021 | 19:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia diklaim telah menurun.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD memaparkan, luas kebakaran hutan dan lahan tercatat sebanyak 296.942 ha. Angka tersebut jauh lebih kecil dibanding karhutla tahun 2015 sebesar 2,61 juta ha.

Selain itu, pencemaran asap lintas batas atau transboundary haze pollution juga berangsur menurun dari tahun ke tahun.


Mahfud memaparkan, tahun 2015 transboundary haze pollution terjadi lebih dari dua bulan. Kemudian tahun 2016 terjadi pada akhir Agustus hingga September selama dua minggu. Lalu tahun 2017 terjadi pada akhir Agustus sekitar 2 hari.

"Dan pada tahun 2018 tidak ada transboundary haze atau nihil. Tahun 2019 tercatat selama 10 hari pada tanggal 13 hingga 22 September. Dan alhamdulillah pada 2020 nihil transboundary haze,” jelas Menko Mahfud dalam Rakorsus Pengendalian Karhutla Tahun 2021 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Selasa (9/2).

Menko menegaskan, penanganan dan pencegahan Karhutla memerlukan sinergitas antara pusat dan daerah serta juga penegakan hukum. Hal itu sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang menekankan pentingnya peningkatan upaya pencegahan karhutla melalui konsolidasi oleh seluruh pihak baik dari pusat ke daerah.

"Melakukan tindakan pencegahan dan early warning, penetapan siaga darurat lebih dini, reward and punishment, perbaikan dan penataan ekosistem, peninjauan lapangan, serta mengajak masyarakat turut mencegah Karhutla penting dilakukan,” lanjutnya.

Terakhir Menko Polhukam mengingatkan agar semua pihak meningkatkan bobot kewaspadaan dan melakukan tindakan pencegahan dalam menghadapi musim kemarau yang bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan tahun ini.

“Kita sudah punya pengalaman banyak sejak tahun 2015 dan sudah seharusnya kita bisa menangani lebih baik lagi dan lebih sistematis,” tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya