Berita

RS Lapangan yang dibangun TNI AD untuk korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat/Repro

Nusantara

RS Lapangan Bagi Korban Gempa Sulbar Dilengkapi Water Treatment Hingga Internet

SELASA, 09 FEBRUARI 2021 | 09:22 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Rumah Sakit (RS) Lapangan yang didirikan di Makorem 142/Tatag, Mamuju, Sulawesi Barat, untuk para korban bencana gempa bumi dilengkapi fasilitas penjernih air atau water treatment dukungan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa.

Alat penjernih air tersebut memiliki kemampuan mengubah air berwarna keruh menjadi air jernih yang dapat diminum langsung tanpa dimasak. Air keruh akan mengalami proses penjernihan dengan mesin water treatment.

“Selang hitam ini adalah untuk menyedot air kotor, kemudian selang merah ini akan mengeluarkan ekstrasi dari air kotor, kemudian selang biru ini akan mengaliri air yang sudah diproses menjadi air bersih,” jelas Serda Rahmat dalam video yang diunggah akun Youtube TNI AD, Selasa (8/2).


Air jernih yang telah melalui proses penyulingan dapat dikonsumsi langsung dari selang yang mengalirkan air bersih tersebut. Selain untuk kebutuhan Rumah Sakit Lapangan, air yang telah diproses dari alat penjernih juga disalurkan untuk masyarakat sekitar.

Selain itu, RS Lapangan juga dilengkapi jaringan internet yang langsung terhubung ke satelit agar jaringan komunikasi di area RS Lapangan dapat terus berjalan.

“Di Rumah Sakit Lapangan ini kami juga menggelar beberapa jaringan internet atas kerja sama dengan Telkom Mamuju yaitu Astinet kami gelar dengan kapasitas 100 Mbps, yang kedua ada internet MWS itu juga dengan kapasitas 100 Mbps,” ujar Kolonel Chb Mangkule, Kahubdam XIV/Hasanuddin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya