Berita

Pendiri Demokrat, Hengky Luntungan/Net

Politik

Pendiri Demokrat: Duit DP Dari Moeldoko Itu Hoax, Demokrat Urusi Saja Masalah Internal

MINGGU, 07 FEBRUARI 2021 | 16:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tudingan penerimaan uang atau DP dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko untuk kongres luar biasa (KLB) dibantah pendiri Partai Demorkat, Hengky Luntungan.

"Isu pemberian sejumlah uang dari Moeldoko adalah kabar bohong alias hoax karena tidak bisa dibuktikan kebenarannya," kata Hengky kepada wartawan, Minggu (7/2).

Berkenaan dengan polemik yang terjadi, ia meminta kepada pengurus Demorkat untuk fokus pembenahan internal partai dibanding mengait-kaitkan pihak luar. Menurutnya, isu KLB untuk pemilihan ketua umum baru tak perlu dibesar-besarkan.


"KLB merupakan hal wajar dalam dunia politik karena kemungkinan ada pendiri atau pengurus yang kecewa dengan kepengurusan sekarang," tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga tak sepakat dengan adanya isu upaya kudeta di partai yang kini dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut.

"Seharusnya pengurus sekarang ini lebih membenahi konsoliditas partai daripada menuduh adanya pihak luar yang akan mendongkel posisi ketua umum Partai Demokrat," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya