Berita

Gembong Primadjaja/Ist

Publika

Lelaki Itu Bernama Gembong, A Real Leader With Strong Characters

SABTU, 06 FEBRUARI 2021 | 10:49 WIB

DI sebuah desa, di pedalaman pulau Kalimantan, jauh dari keramaian kota besar, lelaki muda itu duduk di warung sederhana, bersama sopir dan mandor di tempat penambangan batubara.

Mungkin tak ada yang menyangka , bahwa lelaki itu adalah lulusan ITB, putra seorang dosen yang terhormat, dan lulusan MBA sebuah Universitas keren di Amerika Serikat.

Dia tidak memperdulikan kotornya debu yang melekat di wajah dan tubuhnya. Dia tidak memperdulikan ributnya suara truk-truk yang lewat di jalan kotor itu. Dia tidak memperdulikan betapa sederhananya menu makanan warung itu.


Lelaki itu mengerti, ada dua kata yang tidak bisa berjalan bersama, “Nyaman” dan “Maju”. Kalau kita mau nyaman, ya memang kita tidak akan maju-maju. Kalau kita memang mau maju, ya  memang perjalanan hidup kita tidak akan nyaman.

Dan ketidaknyamanan itulah yang sedang dijalani di pedalaman yang terpencil itu.

***

Padahal beberapa tahun sebelumnya, dalam usia 29 tahun, dia menerima sebuah order pekerjaan senilai 50 juta dollar untuk mengerjakan sebuah project di Newmont.

Project itu berhasil diselesaikan dengan baik. Namun memang kita tahu, badai kehidupan seringkali membuat kita terangkat ke atas, dan kadang juga ada badai yang menghempas yang membuat kita terpuruk ke dasar laut yang paling dalam.

Krisis ekonomi tahun 1999 menghempaskan kehidupan lelaki ke lobang kegagalan yang tragis. Mimpi yang tadinya dirajut pelan-pelan dengan penuh harapan, ternyata hancur berkeping-keping.

***

Pada saat seperti itu mungkin banyak yang akan menyerah, putus asa, mungkin mencari pekerjaan lain, atau bahkan frustasi.

Lelaki itu tidak menyerah, dengan sisa uang di tangannya dia merantau ke Kalimantan… dan memulai dari bawah, belajar lagi semua, dan mengais-ngais ilmu dan rezeki pelan-pelan.

Di desa Stagen, Kota Baru, Kalimantan, dia memulai lagi kehidupannya. Bekerja serabutan, dari mengecat Gedung, memperbaiki kerusakan di Pelabuhan, sampai membuat desain gambar.

Usaha memang tidak akan mengkhianati hasil.

***

Pelan-pelan tanda-tanda keberhasilan mulai tampak. Perusahaan yang didirikannya mulai bertumbuh pesat. Bahkan dia sempat membuka perusahaan trading oil dan gas di Singapura.

Sempat menjadi Direktur Utama di BUMN, sekarang Lelaki itu focus pada beberapa bidang usaha yang ditekuninya di Bandung, bersama istri dan 6 orang anaknya (3 anak kandung, dan 3 anak yatim keponakannya yang diperlakukan seperti anaknya sendiri).

Lelaki itu bernama Gembong Primadjaja, lulusan Teknik Mesin ITB. Yang sekarang fokusnya sudah beralih dari mencari kesuksesan untuk dirinya sendiri menjadi bagaimana menebar manfaat bagi sesama alumni (From Success to Significance…).

***

Saya mengenal banyak orang sukses. Tetapi ada satu hal yang Kang Gembong punya, semangat juang, untuk selalu bangkit dari kegagalan-kegagalannya, sampai akhirnya dia mencapai keberhasilan yang sekarang.

***

Passion, Purpose, Persistance, begitulah saya mengenalnya.

***

Passion: Kang Gembong enjoy melakukan semua yang dilakukannya. Saya melihat energi yang besar dalam setiap gerakannya.

Purpose: Dia mempunyai tujuan yang jelas, dan akan melakukan semua usaha untuk mencapainya, demi manfaat bagi sesama.

Persistance: Kang Gembong mengerjakan banyak hal yang tidak mudah, tetapi usahanya keras dan tidak pernah menyerah.

***

Tiga karakter itulah yang harus dipunyai oleh seorang leader.

Sering kali leadership bukan hanya bertumpu pada kompetensi dan kepintaran seseorang (dan itulah mengapa prestasi kehidupan dan kemajuan karier kita seringkali tidak bergantung pada tingginya nilai IP kita di Universitas) . Selain kompetensi, kita memerlukan kekuatan karakter, ketangguhan, ketegaran, dan kepribadian yang tangguh: Passion, Purpose, Persistence!

Dan saat ini, Ikatan Alumni ITB, memerlukan seorang leader dengan strong characters seperti itu.

***

Salam hangat.

Pambudi Sunarsihanto
Penulis adalah praktisi Human Resources. Saat ini bekerja sebagai Direktur Human Resources, Blue Bird Group.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya