Berita

Konferensi pers Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait adanya upaya pengambilalihan Partai Demokrat/Ist

Politik

Sayap Demokrat: Konpers AHY Bukan Baper, Tapi Strategi Cantik Hadapi Penggembosan

KAMIS, 04 FEBRUARI 2021 | 22:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tudingan bawa perasaan atau baper yang dilontarkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menggelar konferensi pers mengenai upaya pengambilalihan Demokrat keliru.

Sayap Partai Demokrat, Bintang Muda Indonesia (BMI) menjelaskan, konferensi pers AHY semata-mata sebagai strategi terbaik.

"Kami tidak melihat AHY sedang gelisah atau terbawa perasaan dalam setiap pernyataannya tentang upaya kudeta PD (Partai Demokrat)," kata Bendahara Umum Dewan Pengurus Nasional BMI Gomgom Jadiaman Sihombing diberitakan Kantor Berita RMOLSumut, Kamis (4/2).


Dengan melakukan konferensi pers dan membuka ke publik upaya kudeta PD,  justru strategi menjaga dan mengkonsolidasi internal Demokrat. Sebaliknya, ia menilai tudingan baper yang disampaikan Moeldoko justru mengonfirmasi adanya upaya menggulingkan AHY sebagai Ketum Demokrat yang sah.

"Ini strategi jitu dalam menghambat atau menghantam gerakan inkonstutional mengudeta Ketum Demokrat. Ini langkah cerdas dan penting yang menunjukkan kualitas AHY," ujar Sihombing.

Sebab, Sihombing melihat dampak dari pernyataan AHY, kader Demokrat bereaksi secara luas menyatakan soliditas dan loyalitasnya di barisan Ketua Umum Partai Demokrat yang sah.

"AHY sah secara administrasi kenegaraan dan sah secara prosedur kepartaian. Konfrensi pers AHY ini bukan ekspresi emosi kegalauan atau kebaperan, ini langkah cantik menyampaikan pesan melalui reaksi masyarakat bahwa dalam konteks etika elite berpartai dan berpolitik ada sebagian masyarakat keluar dari logika ideal mencapai kekuasaan politik," tegasnya.

"Oleh karenanya, masyarakat dapat melihat dengan bijak betapa buruknya langkah-langkah inkonstitusional yang dilakukan sekelompok orang dan pihak yang memanfaatkannya," tutur Sihombing.

Jadi, bagi BMI, konferensi pers AHY soal kudeta PD justru letak kecerdasan sosok pemimpin muda Partai Demokrat AHY dalam merespons masalah.

"Seandainya hal ini tidak dilakukan, gerakan kudeta akan semakin membesar dan tak terkendali. Pihak eksternal tentunya banyak yang berkepentingan agar PD tidak berkembang," tandas aktivis Perhimpunan Pergerakan 98 ini.

Di sisi lain, ia mengungkapkan banyaknya kader Demokrat yang besar di Kabupaten Simalungun sangat kecewa mengingat salah satu nama yang teridentifikasi dalam gerakan kudeta Demokrat adalah Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Demokrat yang juga putra Simalungun.  

"Sangat mengecewakan karena Partai Demokrat masih bersikap baik ke keluarga besar Nazaruddin di Simalungun, termasuk dengan memberikan rekomendasi kepada adiknya Hasyim untuk maju di Pilkada Simalungun yang baru saja dilaksanakan Desember 2020," demikian Sihombing.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya