Berita

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Jabar, Dodo Suhendar/RMOLJabar

Kesehatan

Data Dinsos Jabar, Lima Daerah Ini Jadi Miskin Gara-gara Corona

KAMIS, 04 FEBRUARI 2021 | 20:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Lima daerah di Jabar mengalami peningkatan angka kemiskinan selama pandemi Covid-19. Kelima daerah tersebut yakni Kabupaten Kuningan, Indramayu, Sumedang, Kabupaten Cianjur, dan Kota Cirebon.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Jabar, Dodo Suhendar mengatakan, pandemi Covid-19 jadi penyebab meningkatnya kelompok warga miskin baru di berbagai daerah.

“Banyak pegawai yang dirumahkan sementara waktu meski sekarang ada yang dapat bekerja kembali. Pada bulan Oktober 2020 lalu, angka kemiskinan kembali meningkat menjadi 8,6 persen," ucap Dodo seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.


Padahal menurut dia, pada September 2019 angka kemiskinan di Jabar hanya 6,8 persen dan telah turun dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 7,6 persen.

Guna mengatasi kemiskinan, pihaknya kini sedang memaksimalkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimiliki. Pengambilan data tersebut dilakukan pemerintah tingkat desa maupun kelurahan dan dilaporkan ke Dinsos kabupaten/kota, lalu ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial (Sosial).

"Jadi by name by address sudah ada. Ini yang selalu diperbaharui dan harus. Meskipun tidak semua kabupaten/kota memperbaharui data," jelasnya.

Pihaknya mendorong kepada Dinsos kabupaten/kota untuk selalu memperbaharui DTKS. Pasalnya, penerima bantuan bisa saja telah meninggal maupun pindah rumah.

"Itu perlu dilakukan untuk mengefektifkan program-program agar bantuan tepat sasaran," ujarnya.

Dodo menambahkan, guna mengatasi angka kemiskinan akibat pandemi Covid-19, Dinsos Jabar dengan Kemensos akan memaksimalkan program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya