Berita

Tinta pemilu/Net

Publika

Berapa Lagi Yang Terbunuh Pada Pemilu Serentak 2024?

KAMIS, 04 FEBRUARI 2021 | 11:47 WIB

PERTANYAAN aneh tetapi rasional berdasarkan pengalaman empirik. Pemilu 2019 telah tewas lebih dari 700-an petugas secara misterius tanpa penyelidikan seksama. Di tambah saat aksi unjuk rasa 21-22 Mei.

Saat itu Pemilu digabung antara Pileg dan Pilpres. Nah, kini ada beberapa partai politik bersikukuh untuk menyelenggarakan Pemilu serentak bukan saja Pileg dengan Pilpres tetapi juga bersama Pilkada.

Terbayang tingkat kesulitan dan "kelelahan" penyelenggara. Belum kecurangan. Waktu lalu rakyat perhatian tersedot ke Pemilu Pilpres sehingga perhatian dan pengawasan pada Pileg menjadi kurang. Abai terhadap kecurangan yang mungkin saja masif pada Pileg.


Bukan lagi rahasia jika money politics marak juga pada Pileg. Semua tertutup oleh magnet kompetisi dua pasang kontestan Pilpres.

Partai memang pragmatis dan "koor" suara mayoritas setelah Presiden sebagai dirijen melalui Moeldoko memberi arah kecenderungan kepada Pilkada 2024. Tak peduli garuk-garuk kepala KPU bingung dan bersiap dengan risiko yang lebih parah dari Pemilu tahun 2019.

Petugas yang terbunuh oleh "kelelahan" kelak mungkin lebih banyak lagi. Lalu siapa yang harus tanggung jawab?

Karenanya DPR RI dalam memutuskan bahwa Pilkada serentak dilaksanakan tahun 2024 sebaiknya perlu memperhatikan  hal-hal sebagai berikut:

Pertama, evaluasi total penyelenggaraan Pemilu gabungan Pileg dan Pilpres tahun 2019 dan harus ada model pelaksanaan penyelenggaraan yang baru agar lebih terjamin keamanan khususnya para petugas.

Kedua, penyelidikan ulang kasus terbunuh akibat "kelelahan" para petugas Pemilu karena peristiwa '"pelanggaran HAM" ini dinilai janggal dan baru terjadi dalam sejarah Pemilu di negara Republik Indonesia.

Ketiga, KPK, Pemilu Watch, serta aparat lebih seksama mempersiapkan pengawasan Pemilu serentak "aneh" dan "dipaksakan" tahun 2024 tersebut, karena politik uang, kecurangan, serta "virus" sabotase sangat mungkin terjadi di tengah kebingungan KPU dan penyelenggara Pemilu Daerah.

Perlu penegasan pula bahwa Pileg, Pilpres, dan Pilkada yag dilakukan serentak tahun 2024  sebenarnya bukanlah pelaksanaan dari asas demokrasi (kedaulatan rakyat) melainkan sebuah praktek dari mobokrasi (kedaulatan gerombolan).

Bagaimana tidak, pemaksaan kehendak politik (political violence) lebih dikedepankan daripada kebijakan politik (political wisdom). Partai berjuang melalui upaya politik dengan "memakan"  kelompok politik yang lemah, bila perlu dengan cara pengeroyokan.

Merujuk Pemilu 2019 yang lalu, wajar bila timbul pertanyaan serius muncul dalam benak publik, apakah Pemilu 2024 akan berjalan dengan jujur, adil, dan aman?

Berapa orang petugas dan rakyat akan terbunuh disebabkan partai-partai politik yang hanya memikirkan kepentingan partainya sendiri?

Paradigma politik kontemporer yang sama sekali tidak berorientasi kepada kepentingan rakyat!

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya