Berita

Ilustrasi/Net

Politik

SKB 3 Menteri Soal Seragam Khusus Agama Serasa Oksigen Menyegarkan Paru-paru

RABU, 03 FEBRUARI 2021 | 20:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penghapusan kewajiban/larangan penggunaan seragam khusus agama di sekolah negeri mendapat sambutan positif dari publik.

Aturan yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri ini dinilai membawa angin segar di tengah masih adanya isu intoleransi di Tanah Air.

"Soal baju? Itu otoritas individu. Serasa oksigen menyegarkan paru-paru," kata politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari di akun Twitternya, Rabu (3/2).


Dukungan juga disampaikan dari kalangan Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika, Akhmad Sahal mengatakan, penggunaan atribut keagamaan seperti jilbab adalah masuk ranah keyakinan.

"Jilbab itu ranah hak berkeyakinan. Ga boleh dipaksakan negara. Siswi muslimah yang yakin jilbab wajib, silakan pakai. Yang yakin enggak wajib, silakan enggak pakai," jelas Akhmad Sahal di akun Twitternya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menegaskan, sekolah negeri dan pemerintah daerah wajib mencabut aturan yang mewajibkan atau melarang atribut khusus agama paling lama 30 hari sejak SKB ditetapkan hari ini.

Ditegaskan, seragam merupakan hak dari guru, siswa, dan orang tua secara individu untuk menentukan. Mereka dibebaskan untuk memilih seragam dan atribut sekolahnya ketika berkaitan dengan kekhususan agama.

"Agama apa pun, keputusan memakai seragam atau atribut berbasis agama di dalam sekolah negeri di Indonesia adalah keputusan guru, keputusan murid sebagai individu," tegas Nadiem Makarim.

Kewajiban penggunaan seragam khusus agama belakangan memang sempat menjadi perbincangan hangat usai viralnya perdebatan antara orang tua murid dengan pihak sekolah terkait kewajiban siswi memakai jilbab, termasuk nonmuslim.

Hal tersebut diketahui terjadi di SMK N 2 Padang yang memang mewajibkan seluruh siswinya menggunakan jilbab, termasuk siswi yang bukan beragama Islam. Peristiwa tersebut pun berujung pada permintaan maaf dari pihak Kepala Sekolah SMK N 2 Padang.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya